Strategi Ekspor dan Transformasi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru SIG

Strategi Ekspor dan Transformasi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru SIG

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 14:07
share

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mulai memetik hasil strategi transformasi bisnis yang dijalankan di tengah tekanan industri semen domestik akibat kondisi kelebihan pasokan (overcapacity). Perseroan berhasil menjaga pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang melalui ekspansi pasar ekspor dan efisiensi operasional.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri semen nasional.

"SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri," kata Vita Mahreyni dalam keterangan pers, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga:SIG Percepat Transformasi Hijau, Limbah Disulap Jadi Energi

SIG pada kuartal I-2026, membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3 secara tahunan (year on year/yoy). Sementara, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 88,7 menjadi Rp80 miliar dengan volume penjualan naik 1,7 yoy menjadi 8,71 juta ton.SIG juga memperkuat strategi ekspor sebagai sumber pertumbuhan baru guna meningkatkan utilisasi pabrik dan memperluas pasar produk derivatif bernilai tambah. Langkah tersebut dinilai penting di tengah kompetisi pasar domestik yang masih ketat.

Melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan menjadi basis penguatan pasar ekspor Perseroan.

"Rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Ekspor akan menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas Perseroan," ujar Vita.

Baca Juga:Investasi Rp1,4 Triliun, SIG Siapkan Fasilitas Ekspor 1 Juta Ton Semen

Selain memperkuat pasar ekspor, SIG juga terus menjalankan transformasi operasional melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, dan efisiensi biaya. Strategi tersebut membantu Perseroan menjaga kinerja di tengah kenaikan harga energi dan permintaan semen domestik yang masih terbatas.

SIG mencatat, pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,4 yoy serta berhasil menurunkan biaya keuangan bersih sebesar 35,4 persen yoy melalui pengelolaan keuangan yang lebih optimal. Kombinasi strategi ekspansi dan penguatan fundamental keuangan menjadi kunci menjaga resiliensi bisnis sekaligus mempertegas transformasi SIG sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang kompetitif di tingkat regional.

Topik Menarik