Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut APBN Tumbuh Ekspansif hingga Maret 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tumbuh ekspansif hingga Maret 2026. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa defisit APBN sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
"Hingga Maret 2026 APBN tumbuh ekspansif kalau dilihat, 2026 pendapatan negara tumbuh 10 persen angka April kepabeanan sudah positif. Surplus mencapai 240,1 defisit 0,93 persen dari PDB," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).
Purbaya merinci bahwa pendapatan negara per Maret 2026 terkumpul sebesar Rp574,9 triliun, atau baru mencapai 18,2 dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun. Baca Juga: Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Di sisi lain, penyerapan belanja negara bergerak lebih cepat dengan realisasi mencapai Rp815 triliun, setara dengan 21,2 dari total pagu belanja tahun ini. Selisih antara belanja yang lebih besar dibandingkan pendapatan inilah yang memicu defisit fiskal tersebut.
"Yang jelas, belanja selalu bisa kita kendalikan, income (pendapatan) juga akan kami tingkatkan. Sekarang 20,7 persen pertumbuhannya, pajak. Ke depan akan kita jaga dan mungkin akan tinggi lagi laju pertumbuhannya," ungkap Purbaya.Dalam laporannya, Purbaya juga menyoroti defisit keseimbangan primer yang telah menyentuh Rp95,8 triliun, melampaui target defisit yang didesain sebesar Rp89,7 triliun.
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 TriliunJika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi lonjakan defisit yang signifikan. Sebagai perbandingan pada Maret 2025 defisit tercatat Rp104,2 triliun (0,43 dari PDB) dan Maret 2026 defisit mencapai Rp240,1 triliun (0,93 dari PDB).
Dengan demikian secara tahunan, defisit pada Maret 2026 meningkat sebesar 130,4 dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah sendiri telah mendesain total defisit APBN untuk sepanjang tahun 2026 sebesar Rp689,1 triliun, atau dipatok pada level 2,68 terhadap PDB.










