Menag: Hardiknas Momentum Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkarakter

Menag: Hardiknas Momentum Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkarakter

Nasional | sindonews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:21
share

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, Menag meminta agar semua pihak bisa menghadirkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.

“Pendidikan adalah ikhtiar bersama. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling menguatkan untuk memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang berkualitas,” ujar Menag pada Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Hari Pendidikan Nasional 2026, Seskab Teddy Ajak Generasi Muda Asah Potensi untuk Indonesia Maju

Menag menilai tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sebagai momentum untuk merefleksikan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membentuk manusia yang memiliki integritas, kepekaan sosial, dan fondasi moral yang kuat.

“Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter, etika, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Menag juga menyoroti kontribusi penting pendidikan agama dan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menyebut madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai ruang strategis untuk menanamkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak.

Baca juga: Malam Tasyakuran Hardiknas 2025, Kemendikdasmen Beri 115 Penghargaan Khusus

“Lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan karakter menjadi semakin relevan di tengah perkembangan zaman yang bergerak cepat dan tantangan sosial yang semakin kompleks. “Ilmu harus melahirkan manfaat. Pendidikan perlu membangun kecerdasan yang berpijak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Menag mengajak seluruh elemen bangsa terus memperkuat kerja sama dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka, inklusif, dan memberi ruang tumbuh yang optimal bagi seluruh anak Indonesia. “Mari terus belajar, berkolaborasi, dan memastikan pendidikan Indonesia semakin maju serta menjangkau semua,” pungkasnya.

Topik Menarik