Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah

Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah

Nasional | sindonews | Rabu, 29 April 2026 - 22:44
share

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta maaf atas pernyataannya soal usul gerbong KRL khusus perempuan dipindah ke bagian tengah. Dia mengatakan tak ada maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.

"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ujarnya dikutip dari video yang diunggah di akun Instagram @kemenpppa, Rabu (29/4/2026).

Arifah menambahkan, "Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya."

Baca Juga: Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan Dipindah, Dirut KAI Tegaskan Keselamatan Penumpang Tidak Bedakan Gender

Dia memahami, dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak. "Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki."

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Foto/Tangkapan layar IG @kemenpppaSaat ini, kata Arifah, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. "Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh," ujarnya.

Kementerian PPPA, lanjutnya, hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan. "Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini."

Arifah mengajak untuk bersama-sama memusatkan perhatian kepada penanganan korban, doa, serta upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. "Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian kereta. Usul itu ia sampaikan seusai insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).

"Tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ucap Arifah kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Arifah menambahkan, "Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu."

Pernyataan Arifah tersebut langsung menuai polemik, terutama di media sosial (medsos).

Topik Menarik