Indonesia Gugur di Fase Grup Piala Thomas, Alarm Keras Raja Bulu Tangkis

Indonesia Gugur di Fase Grup Piala Thomas, Alarm Keras Raja Bulu Tangkis

Olahraga | sindonews | Rabu, 29 April 2026 - 05:21
share

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia harus menelan pil pahit tersingkir di fase grup Piala Thomas. Hasil ini menjadi catatan terburuk sepanjang keikutsertaan Merah Putih di ajang beregu dwitahunan paling prestisius tersebut.

Sebelumnya, pencapaian terendah Indonesia terjadi pada 2012 saat langkah tim terhenti di babak perempat final. Namun pada edisi 2026, rekor buruk itu terpecahkan dengan kekalahan atas Prancis di fase grup tahun ini.

Ironisnya, Indonesia adalah negara tersukses dalam sejarah Piala Thomas dengan koleksi 14 gelar. Bahkan dalam tiga edisi terakhir sebelum 2026, Indonesia selalu berhasil menembus partai final. Gelar terakhir diraih pada 2020 setelah menundukkan China di Aarhus, Denmark—sebuah momen yang menegaskan status raksasa bulu tangkis dunia.

Baca Juga: Indonesia Tersingkir dari Piala Thomas 2026, Terburuk Sepanjang Sejarah

Indonesia pernah meraih empat gelar beruntun pada 1970–1979, lalu kembali mencatat lima gelar berturut-turut sepanjang 1994–2002. Secara keseluruhan, Indonesia juga menjadi salah satu tim paling konsisten dengan 22 kali tampil di partai final.Namun, semua catatan manis itu terasa kontras dengan hasil di 2026. Menghadapi Prancis di laga penentuan Grup D, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 1-4.

View this post on Instagram

A post shared by SINDOnews (@sindonews)

Kekalahan demi kekalahan di partai awal membuat langkah Indonesia langsung terhenti sebelum laga benar-benar selesai. Jonatan Christie membuka laga namun gagal menyumbang poin setelah kalah dari Christo Popov dengan skor 19-21, 14-21.

Situasi semakin berat ketika Alwi Farhan juga takluk dari Alex Lanier lewat dua gim 16-21, 19-21, membuat Indonesia tertinggal 0-2. Harapan sempat muncul di partai ketiga, namun Anthony Sinisuka Ginting harus menyerah dramatis dari Toma Junior Popov dengan skor 22-20, 15-21, 20-22. Kekalahan ini memastikan Indonesia tersingkir.

Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga belum mampu menyumbang kemenangan di partai keempat setelah kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi. Satu-satunya poin Indonesia datang dari pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menang atas Popov bersaudara dengan skor 21-18, 19-21, 21-11.

Rekor buruk ini bukan sekadar kegagalan bulu tangkis Indonesia dalam berproses, melainkan sinyal bagi induk organisasi untuk berbenah. Evaluasi menyeluruh mulai dari pembinaan, regenerasi pemain, hingga kesiapan mental di level tertinggi perlu dan mendesak dilakukan agar PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) bisa menjadikan momen ini sebagai titik balik.

Topik Menarik