Penyebab Indonesia Babak Belur hingga Dipulangkan Prancis di Piala Thomas 2026
HORSENS – Tim bulu tangkis putra Prancis, skuad yang dahulu hanya dipandang sebelah mata, baru saja membuat kejutan di Piala Thomas 2026. Pembuktian tersebut datang melalui sebuah kemenangan fenomenal atas Indonesia, sang penguasa 14 kali gelar juara, dalam sebuah laga hidup-mati di fase grup turnamen prestisius tersebut.
Prancis datang dengan misi yang nyaris mustahil, mereka harus memenangkan minimal empat dari lima partai untuk lolos. Di hadapan mereka berdiri tembok besar Indonesia yang memiliki kedalaman skuad tunggal dan ganda yang mengerikan. Namun, hari itu, sejarah punya rencana berbeda.
Menurut tunggal putra Prancis, Christo Popov, skuadnya berhasil mengalahkan Indonesia karena mampu tampil dengan kekuatan tim yang lebih solid. Runtuhnya mental para bintang Indonesia juga menjadi penyebab lain Prancis bisa menghajar Fajar Alfian dan kawan-kawan 4-1.
1. Prancis Sukses Dobrak Pertahanan Indonesia
Mimpi buruk Indonesia dimulai saat Jonatan Christie kehilangan momentum setelah gim pertama yang ketat melawan Christo Popov. Jonatan secara tidak biasa kehilangan tenaga di gim kedua, membiarkan Prancis mencuri poin pertama.
Alex Lanier, yang pada laga sebelumnya tampil kurang meyakinkan, tiba-tiba menjelma menjadi mesin energi saat membungkam Alwi Farhan. Skor 2-0 untuk Prancis membuat publik terhenyak.
Harapan Merah Putih sempat ditumpukan pada pundak Anthony Sinisuka Ginting. Namun, sebuah insiden jatuh yang cukup keras di gim ketiga saat melawan Toma Junior Popov mengubah segalanya. Ginting kehilangan daya ledaknya, dan sebuah match point krusial terlepas dari genggamannya. Toma berhasil membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan Prancis.
“Jika Anda bertanya kepada saya 2, 3, atau 4 tahun lalu, apakah kami bisa mengalahkan Indonesia, itu seperti mimpi—siapa yang akan memenangkan poinnya?” ujar Christo Popov, dilansir dari laman resmi BWF, Rabu (29/4/2026).
“Tapi hari ini kami menunjukkan kapasitas kami sebagai tim. Kami tidak hanya menang per partai, tapi kami menang sebagai satu kesatuan,” tambahnya.
2. Runtuhnya Mental Para Wakil Indonesia
Meski secara matematis Prancis sudah unggul, mereka tetap mengincar kemenangan mutlak. Di partai ganda, jurang peringkat tampak begitu lebar. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang berada di peringkat 9 dunia menghadapi pasangan Eloi Adam/Leo Rossi yang hanya menempati peringkat 52.
Namun, momentum kemenangan Prancis telah menjadi ombak besar yang tak terbendung. Sabar dan Reza justru retak di bawah tekanan hebat.
Puncaknya, sebuah servis pendek dari Reza yang gagal melewati net menjadi titik akhir yang menyakitkan, sebuah metafora tepat bagi performa Indonesia yang antiklimaks. Prancis menang telak 4-0.
“Mungkin ini adalah kemenangan terpenting bagi Prancis. Sangat bahagia hari ini bisa menang 4-1 melawan Indonesia, yang mungkin merupakan negara paling ikonik dalam bulu tangkis,” tutup Eloi Adam.










