Pentagon Masih Mencari Dana untuk Pulihkan Stok Rudal yang Habis di Iran

Pentagon Masih Mencari Dana untuk Pulihkan Stok Rudal yang Habis di Iran

Global | sindonews | Sabtu, 25 April 2026 - 07:36
share

Pentagon masih berjuang mendapatkan dana guna mempercepat pengisian kembali amunisi penting yang habis selama operasi militer Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Kabar itu dilaporkan The New York Times, mengutip pejabat AS.

Pada bulan Januari, kontraktor pertahanan AS Lockheed Martin menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan Departemen Perang untuk melipatgandakan produksi sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Para pejabat mengatakan kepada The New York Times pada hari Kamis bahwa belum ada langkah yang diambil untuk memulai produksi yang diperluas, karena Pentagon masih menunggu persetujuan kongres untuk pendanaan tambahan. Sementara itu, Angkatan Bersenjata AS dengan cepat menghabiskan persediaan amunisi yang ada.

Laporan tersebut menyoroti rudal jelajah presisi tinggi Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extended Range (JASSM-ER) sebagai amunisi yang paling cepat habis.

Para pejabat mengatakan selama operasi melawan Iran, militer AS telah menggunakan 1.100 rudal, masing-masing seharga USD1,1 juta, sehingga hanya menyisakan 1.500 rudal sebagai cadangan.Selain itu, militer juga telah menggunakan lebih dari 1.200 rudal pencegat Patriot, sementara hanya 600 rudal, masing-masing seharga USD4 juta, yang dilaporkan diproduksi untuk sepanjang tahun 2025.

Laporan baru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis pada hari Selasa menyatakan Amerika Serikat berisiko menghadapi kekurangan rudal-rudal penting dalam potensi konflik skala besar di masa depan karena penipisan persenjataannya selama operasi militer melawan Iran.

Pada awal April, Washington Post melaporkan pemerintahan Trump akan mengurangi permintaannya kepada Kongres untuk pendanaan tambahan untuk operasi melawan Iran dari lebih dari USD200 miliar menjadi USD80-100 miliar.

Baca juga: Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat

Topik Menarik