Purbaya Pilih Orang Kuat Kemenkeu Gantikan 2 Dirjen yang Dicopot

Purbaya Pilih Orang Kuat Kemenkeu Gantikan 2 Dirjen yang Dicopot

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 24 April 2026 - 20:25
share

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjuk pejabat sementara untuk mengisi dua posisi direktur jenderal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sebelumnya dijabat Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman. Mereka dicopot dari jabatannya usai diterpa isu internal di kementerian.

Adapun Purbaya memilih Sudarto sebagai sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Anggaran Kemenkeu, yang menggantikan posisi Luky Alfirman. Sebelumnya Sudarto menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara di Kemenkeu.

Berikutnya, Ferry Ardianto ditunjuk yang sebelumnya menjabat Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi menggantikan posisi Febrio Nathan Kacaribu sebagai Plh. Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. Keduanya, mulai aktif bekerja sejak 21 April 2026.

Baca Juga: Purbaya Copot 2 Dirjen Kemenkeu Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman, Ada Apa?"Pak Darto PhD. Dia lama di (bagian) anggaran. Pak Ferry itu di Jepang ambil gelar Master-nya, Doctor-nya di Colorado Economics. Jadi itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan. Emang saatnya dinaikkan. Sudah cukup lama di sini (Kemenkeu)," kata Purbaya saat jumpa pers di gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Purbaya mengatakan isu miring soal ketahanan fiskal di beberapa waktu lalu mulai dari sisa anggaran yang hanya cukup sekian waktu diyakini muncul dari internal Kemenkeu. Keputusan mencopot Febrio dan Luky tidak terlepas dari isu tersebut, meski tidak beririsan langsung.

"Iya dan tidak (terkait antara isu miring Kemenkeu dan pencopotan dua dirjen). Iya ada sedikit tapi tidak itu aja (penyebab pencopotan). Ada yang lain-lain," kata Purbaya menjawab isu pencopotan dua mantan dirjen tersebut.

Baca Juga: Soal Isu Copot Semua Dirjen Kemenkeu, Purbaya: Kamu Dapat Info dari Mana? Hebat Juga

"Tapi yang jelas selalu ada berita dari sini, dari Kementerian Keuangan berita keluar. Yang pertama katanya uangnya cuma 3 minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal 120 (triliun)," imbuhnya.

Dia juga mengatakan soal isu keterbatasan dirinya dalam kecakapan bahasa asing, yang diumbar pihak tertentu dari internal Kemenkeu. Seturut itu, dia mengaku diisukan bakal menghalangi arus investasi di dalam negeri.

"Informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup nggak bisa bahasa Inggris dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan. Itu dari internal (Kemenkeu)," kata Purbaya.

Topik Menarik