Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Tetap Naik
Harga minyak dunia tetap menguat di tengah keputusan Amerika Serikat (AS) memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dan menunda pembicaraan damai lanjutan. Ketidakpastian arah negosiasi kedua negara membuat pasar energi global tetap bergejolak.
"Saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan tetap siap, sehingga saya akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposisi mereka diajukan," ujarnya dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga:Jika Perang Jilid II Berlanjut, Iran Ancam Hancurkan Industri Minyak Negara-negara Arab
Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan memperpanjang gencatan senjata sambil menunggu respons Iran atas proposal yang diajukan Washington. Terkait itu, harga minyak mentah Brent naik sekitar 3 dan diperdagangkan di atas USD93 per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 2,6 ke level USD89,70 per barel.
Langkah perpanjangan gencatan senjata ini dilakukan atas permintaan Pakistan, meski belum ada kejelasan terkait durasi tambahan yang diberikan. Pemerintah AS menyatakan akan menunggu tanggapan resmi dari Teheran sebelum menentukan langkah lanjutan dalam proses diplomasi.
Namun, perkembangan negosiasi masih diliputi ketidakpastian. Iran belum memastikan akan mengirimkan delegasi untuk pembicaraan, dengan sejumlah syarat termasuk pencabutan blokade laut oleh AS sebagai prasyarat partisipasi.
Pemerintah AS menegaskan blokade di Selat Hormuz tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan. Di sisi lain, Washington juga menunda kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan yang sebelumnya dijadwalkan untuk membahas kelanjutan perundingan.
Baca Juga:Ambil Langkah Berani, Thailand dan Filipina Justru Turunkan Harga Solar
Ketegangan di kawasan meningkat setelah laporan aksi militer di perairan strategis tersebut, termasuk penyitaan kapal berbendera Iran oleh AS dan aktivitas kapal militer Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal di wilayah itu.
Pentagon dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi militer lebih lanjut jika Iran dinilai tidak bernegosiasi dengan itikad baik. Pernyataan keras dari Trump juga menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik.
Pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap dinamika geopolitik yang dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan harga energi. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital bagi sekitar 20 pasokan minyak global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap pasar dunia.










