Cetak Pemuda Adaptif dan Inovatif, Amanah Aceh Gelar Kegiatan FLB
Kegiatan Future Leaders Bootcamp (FLB) resmi dibuka. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Badan Pekerja Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah).
Kegiatan yang diikuti 26 anak muda Aceh dari berbagai daerah ini menghadirkan berbagai narasumber akademisi Universitas Syiah Kuala, penulis produktif, serta trainer dan public speaker di bidang pengembangan diri dan kepemimpinan Said Muniruddin.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Amana, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Kabupaten Aceh Besar, ini mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan.”
Baca juga: Mendagri Usulkan Dana Otonomi Khusus Aceh Diperpanjang
Ketua Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) Syaifullah Muhammad yang membuka secara resmi kegiatan itu mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan adalah mereka yang telah melalui proses seleksi dari puluhan pendaftar terbaik di seluruh Aceh. Syaifullah menyampaikan pentingnya kehadiran Amanah sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh. “Pentingnya membangun pola pikir kepemimpinan, komitmen, serta peran aktif generasi muda dalam pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dengan semangat cinta tanah air,“ ucapnya, Senin (20/4/2026).
Syaifullah juga melakukan pertemuan dengan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman. Pertemuan membahas pentingnya perubahan pendekatan dalam menangani persoalan pemuda serta penguatan pembinaan generasi muda di tengah meningkatnya kerentanan sosial.
Syaifullah mengatakan generasi muda Aceh tidak kekurangan potensi, namun masih terbatas dalam ruang pengembangan diri. Energi dan kreativitas yang tidak tersalurkan berpotensi mendorong munculnya perilaku destruktif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Lihat video: Presiden Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Pastikan Korban Bencana Terurus
“Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mengubah potensi itu menjadi produktivitas dan daya saing. Hal ini membutuhkan dukungan dari semua pihak,” jelasnya.Sementara itu, Prof. Mujiburrahman mengungkapkan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut. Kampus harus bertransformasi menjadi pusat inovasi yang terbuka dan terhubung dengan kebutuhan masyarakat.“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi ruang akademik. Kampus harus hadir sebagai pusat solusi dan kolaborasi bagi generasi muda,” katanya.
Pada pertemuan ini, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi melalui berbagai program konkret, seperti pelatihan berbasis industri kreatif, inkubasi kewirausahaan, serta perluasan jejaring global bagi pemuda Aceh. Selain itu, pembinaan juga diarahkan pada penguatan pola pikir berkembang (growth mindset) guna membentuk generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.
Melalui kolaborasi ini, Amanah dan UIN Ar-Raniry berharap dapat membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus mengarahkan potensi mereka ke kontribusi nyata bagi daerah maupun tingkat global.
"Langkah ini dinilai penting seiring besarnya bonus demografi di Aceh. Tanpa pengelolaan yang tepat, dominasi penduduk usia muda berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial," ujarnya.










