JK Ungkit Peran dalam Karier Politik Jokowi, Begini Komentar Sekjen Golkar
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyebut punya jasa dalam karier politik Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan JK tersebut dikomentari sejumlah kalangan, termasuk Sekjen Partai Golkar M Sarmuji.
Sarmuji mengaku tak tahu persis cerita di balik layar dalam proses pencalonan Pilpres 2014. Menurutnya, hanya Jokowi yang mengetahui proses pencalonan tersebut.
"Saya nggak tahu persis. Hanya Pak Jokowi yang tahu versi lengkapnya seperti apa. Yang lain hanya tahu sebagian saja," tutur Sarmuji, Minggu (19/4/2026).
Baca Juga: Jusuf Kalla: Kasih Tahu Semua Termul-termul Itu, Jokowi Jadi Presiden karena Saya
Menurut Sarmuji, tak ada faktor tunggal dalam setiap proses peristiwa yang terjadi di dunia ini. Menurutnya, JK dan pihak lain memungkinkan punya jasa dalam menjadikan Jokowi sebagai Presiden RI."Di dunia ini nggak ada yg terjadi karena faktor tunggal. Bisa jadi Pak JK punya jasa, kemungkinan yang lain juga punya jasa. Tapi itu hak Pak JK untuk menyampaikan bahwa beliau punya jasa," pungkasnya.
Baca Juga: Dino Patti Djalal: Saya Yakin 1.000 Pak JK Orang Baik yang Berhati Bersih
Sebelumnya, JK buka-bukaan mengenai perannya dalam perjalanan karier politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia mengaku yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga menjadi presiden. JK ingin agar para Termul alias kelompok yang loyal pada Jokowi mengetahui hal itu.
Hal tersebut disampaikan JK dalam jumpa pers tentang klarifikasi mengenai ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026 atau dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah yang salah satunya menyinggung penanganan konflik di Ambon dan Poso.
JK mengatakan, polemik ceramahnya itu muncul setelah dirinya melaporkan Rismon Sianipar ke polisi dan menyinggung ijazah Jokowi. JK mengaku heran dengan para pendukung Jokowi yang seolah menuduhnya melawan Jokowi setelah ikut berkomentar tentang kasus ijazah Jokowi."Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," ujar JK dalam jumpa pers di rumahnya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK mengaku yang membawa Jokowi ke Jakarta untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada Jakarta 2012. JK mengaku yang menemui langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kala itu dan menyampaikan bahwa Jokowi merupakan orang yang baik.
"Saya bertemu itu Ibu Mega. Ibu, ini calon baik, orang PDIP. Ah, jangan (kata Bu Mega), akhirnya beliau setuju. (Setelah pilgub) Jadilah gubernur. Nah ini (foto Jokowi sungkem ke JK) waktu dia menang jadi gubernur, setelah ke Ibu Mega, datang sama saya ucapan terima kasih," tutur JK sambil menunjukkan foto Jokowi menyampaikan terima kasih kepadanya.
Diketahui, Jokowi pada Pilkada DKI Jakarta 2012 berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). JK juga mengungkapkan bahwa Jokowi bisa menjadi Presiden ke-7 RI tak lepas dari perannya pula.
Bahkan, dia sampai diminta Megawati untuk menjadi wapres mendampingi Jokowi lantaran Jokowi masih belum memiliki pengalaman sebagai Presiden RI.
"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu Termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden, coba lihat (foto Jokowi sungkem)," ujarnya.










