Internet Gratis untuk Desa, Pemprov Kaltim Raih Penghargaan Konektivitas Digital 2026
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur meraih penghargaan sebagai Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital 2026. Hal itu tidak lepas dari komitmen Pemprov Kaltim dalam memperluas akses internet hingga pelosok melalui Program Gratispol Internet Desa, Kaltim.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang dihadiri langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Dalam kesempatan itu, Plt Asisten I Pemerintahan dan Kesra Andi Muhammad Ishak yang menerima penghargaan atas keberhasilan Pemprov Kaltim mendorong pemerataan infrastruktur digital di daerah.
Baca juga: Kalimantan Timur Raih Juara Umum STQH Nasional 2025 di Kendari
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan, ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi individu, komunitas, dan institusi yang berkontribusi nyata dalam memperluas akses dan literasi digital di Indonesia.“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang telah mewujudkan perubahan nyata dalam memperkuat konektivitas digital nasional,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Arus Mudik 2026 di Bandara Soetta, 191 Ribu Penumpang Pesawat Diterbangkan ke Kampung Halaman
Capaian Kaltim tak lepas dari program unggulan Gratispol, khususnya Internet Desa Gratis yang diluncurkan pada 21 April 2025. Hingga kini, program tersebut telah menghadirkan akses internet di 803 desa dari total 841 desa se-Kaltim. Pemprov Kaltim menargetkan seluruh desa tersisa, sebanyak 38 desa, akan segera terjangkau pada 2026, sekaligus memastikan keberlanjutan program hingga 2029.
Lihat video: Menkomdigi Blokir Sementara Grok
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemprov Kaltim juga terus meningkatkan kualitas jaringan serta mendorong pemanfaatannya untuk kesejahteraan masyarakat desa.Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, akses internet harus diiringi dengan peningkatan literasi digital agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Terus perkuat literasi digital agar program internet desa berdampak positif bagi masyarakat,” pesannya.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata upaya pemerataan akses digital melalui program Gratispol tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga memperkecil kesenjangan informasi antara desa dan kota di Kalimantan Timur.










