MPMX Perkuat Strategi ESG Lewat Transplantasi Terumbu Karang di Labuan Bajo
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) kembali memperkuat komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Inisiatif yang merupakan bagian dari MPM Green Action 2026 ini menargetkan penanaman 500 bibit karang dengan 20 unit spider frame sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
"Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," ujar GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Baca Juga:MPMX Perkuat Ekonomi Sirkular lewat Bank Sampah di Tangerang
Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program didasarkan pada rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo. Pulau yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo itu diidentifikasi sebagai lokasi prioritas yang mengalami kerusakan terumbu karang cukup signifikan, padahal ekosistem tersebut berperan strategis dalam menjaga keseimbangan pesisir, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menopang sektor perikanan dan pariwisata bahari.
Program ini diawali dengan silaturahmi bersama Kepala Desa Pasir Putih, tokoh masyarakat, dan warga setempat, kemudian dilanjutkan dengan edukasi kepada nelayan tentang pentingnya pelestarian ekosistem laut. Sebagai bagian dari tahap awal, MPMX juga menggelar pelatihan pembuatan media coral nursery yang diikuti perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih, guna mendukung pengembangan wisata penanaman baby coral di Pulau Messah.Mustaming, Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif MPMX tersebut. Ia menyatakan kesiapan lembaga desa dan masyarakat untuk berkolaborasi, karena upaya pelestarian yang diiringi pengembangan potensi ekonomi diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan warga Pulau Messah.
Baca Juga:2026 Jadi Tahun Paling Kristis Terumbu Karang di Seluruh Dunia
Natalia menambahkan bahwa program transplantasi terumbu karang ini melanjutkan komitmen MPMX di NTT. Sebelumnya pada 2022-2025, perusahaan telah menanam 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal. "Keberhasilan program tersebut membuat kami melihat masih ada aspek lingkungan lain yang perlu mendapat perhatian sekaligus berpotensi mendukung perekonomian masyarakat," jelasnya.
MPMX menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20 unit spider frame pada tahun ini. Ke depan, program ini dirancang tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga dikembangkan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi potensi lokal yang dapat mendukung peningkatan ekonomi warga secara berkelanjutan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, perseroan berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan dampak ekologis, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan otoritas kawasan, menjadi kunci agar program ini berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang.










