University Boxing League 2026: Akademisi Unjuk Kekuatan di Ring Tinju

University Boxing League 2026: Akademisi Unjuk Kekuatan di Ring Tinju

Olahraga | sindonews | Sabtu, 18 April 2026 - 12:37
share

Kompetisi tinju bertajuk University Boxing League (UBL) 2026 season 1 sudah memasuki putaran nasional yang akan diselenggarakan pada 23 Mei 2026. Ajang itu sebagai wadah para akademisi unjuk gigi di atas ring tinju

UBL Nasional adalah puncak dari rangkaian UBL Roadshow. Ajang tersebut telah menjangkau enam kota di Indonesia, melibatkan lebih dari 60 universitas dan 280 partisipan mahasiswa.

Presiden UBL, Sandri Karamoy.l mengatakan dari proses seleksi ketat tersebut, telah terpilih 18 mahasiswa terbaik, dari Yogyakarta, Banten, Jakarta, Bandung, Bali, dan Semarang. Kontestan akan bertanding memperebutkan sembilan sabuk juara nasional dari berbagai kategori berat.

"Kami sudah melakukan seleksi di enam kota provinsi. Mereka yang terbaik yang memiliki poin tertinggi siap bertarung di UBL Nasional," kata Sandri Karamoy dalam konferensi pers kemarin.

Dia menjelaskan UBL juga telah menyiapkan roadmap jangka panjang menuju level internasional. Setelah nasional akan melakukan roadshow di wilayah Jabodetabek, lalu diseleksi kembali untuk musim berikutnya."Dari situ, kami menargetkan satu atlet terbaik untuk dikirim ke ajang internasional,” kata Sandri.

Nantinya, etinju muda terbaik di UBL Nasional berpotensi tampil di Asian Boxing U-19 dan U-23. Ajang tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Juli 2026.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang mengatakan bahwa UBL membuka kesempatan luas bagi talenta muda dari seluruh Indonesia tanpa memandang latar belakang. Dari UBL ini diharapkan muncul atlet yang bisa membawa Merah Putih.

Kami tidak memilih berdasarkan latar belakang, yang penting potensial. Tidak ada batasan, seluruh Indonesia punya kesempatan,” kata Hengky.

“Kalau memang ada potensi, tentu akan kami dorong ke level berikutnya, termasuk internasional,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum Perbati, Sultan Sapta Bandaro menilai mahasiswa sebagai sumber potensial atlet masa depan. Kalau ada yang menonjol, sangat mungkin diproyeksikan menjadi atlet Indonesia.

"Tentu ada tahapan seperti seleksi kejuaraan nasional dan lainnya,” kata Sultan.

Topik Menarik