Hendra Setiawan Buka Peluang Sabar/Reza Tukar Pasangan di Piala Thomas 2026
Pelatih ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, membuka peluang jika anak didiknya, Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani, bertukar pasangan di Piala Thomas 2026. Menurutnya hal itu bisa saja terjadi dan bergantung dari kesiapan para pemain.
Pada Piala Thomas 2026, Hendra terpilih sebagai salah satu tim pelatih karena menemani Sabar/Reza yang masuk dalam skuad. Sebagai pelatih, Hendra akan bekerja sama dengan pelatih pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho untuk mengatur strategi ganda putra di Piala Thomas 2026.
Hendra pun mengaku membuka kesempatan jika adanya tukar pasangan diantara Sabar/Reza dengan pemain pelatnas. Diketahui ada dua pasangan pelatnas PBSI yang juga ikut serta yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
"Ya ada pasti (rencana tukar pasangan). Kalau dalam beregu kan pasti sudah siapkan Plan A, Plan B gitu-gitu sih," ungkap Hendra saat dihubungi awak media, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Gara-Gara Marc Marquez, Francesco Bagnaia Diminta Tinggalkan Ducati Lenovo di Akhir MotoGP 2026!
"Cuma nanti dilihat juga kesiapannya pas di sana. Jadi kan mungkin sekarang dicoba partner ini enak, tapi pas di sana (Denmark) masih kurang klop kan bisa juga. Tergantung kebutuhan tim juga," tambahnya.Hendra mengatakan dalam persiapan menuju Piala Thomas 2026, tiga pasang ganda putra ini sudah dicoba ditukar. Sebut saja seperti Reza/Fikri, Sabar/Joaquin, dan Fajar/Raymond.
"Selama ini diputar-putar semua sih. Jadi kayak di latihan Reza sama Fikri. Sabar sama Joaquin. Terus Fajar sama Raymond. Jadi semuanya kita coba-coba sih," lanjut Hendra.
"Saya juga nanya-nanya ke Ko Anton juga kan harus siap-siap lah intinya. Ya takutnya kan ada cedera juga salah satu, ya harus disiasatin," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hendra mengatakan tentang kondisi salah satu pemainnya yakni Reza. Ia tak menyangkal bahwa Reza mengalami cedera dan selalu menjalani terapi.
"Reza aman. Memang ada cedera lama. Ya sebenarnya sih butuh istirahat lama, cuma kan enggak bisa ini turnamennya padat banget. Jadi ya salah satunya harus terapi-terapi terus tiap hari," tutup Hendra.










