An Se-young Raih Penghargaan usai Bongkar Korupsi Bulu Tangkis Korea

An Se-young Raih Penghargaan usai Bongkar Korupsi Bulu Tangkis Korea

Olahraga | inews | Sabtu, 18 April 2026 - 12:00
share

SEOUL, iNews.id - An Se-young menjadi sorotan besar setelah meraih penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April usai mengungkap dugaan penyimpangan di dunia bulu tangkis Korea Selatan.

Bintang bulu tangkis nomor satu dunia itu tidak hanya dikenal lewat prestasi di lapangan, tetapi juga lewat keberaniannya mengangkat isu sensitif di tubuh olahraga negaranya.

Atlet berusia 24 tahun tersebut kembali naik podium, kali ini bukan karena gelar juara turnamen, melainkan penghargaan atas kontribusi sosialnya.

"Penghargaan ini bukan hasil kerja saya saja, tetapi hasil dari usaha banyak pihak dan hati orang-orang yang bersama saya," ucap An Se-young dilansir Chosun.

Dia juga menegaskan kekuatan mental menjadi kunci dirinya melewati berbagai tekanan selama perjalanan kariernya.

"Yang membuat saya bangkit di setiap momen sulit adalah orang-orang yang membuat saya lebih percaya proses dibanding hasil. Saya tidak akan melupakan arti penting penghargaan ini dan akan melangkah maju ke arah yang lebih baik dengan rasa tanggung jawab," lanjut dia dalam malam penghargaan di Seoul.

Komite penghargaan menjelaskan An Se-young dipilih bukan semata karena prestasi olahraga yang luar biasa.

Fokus utama penilaian justru pada keberaniannya mengungkap masalah di balik layar dunia bulu tangkis Korea Selatan.

"Yang menjadi fokus utama komite juri adalah An mengangkat isu soal sisi gelap tersembunyi dunia bulu tangkis Korea sesaat setelah Olimpiade Paris," jelas komite.

"An menunjukkan keberanian mengungkap kebenaran tanpa takut soal kerugian atau kritik. Hasilnya kini ada kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan dan penyimpangan yang telah berlangsung lama, tidak hanya di komunitas bulu tangkis tetapi juga di dunia olahraga Korea."

Pada periode tersebut, An Se-young yang baru saja menjadi juara Olimpiade 2024 mulai membuka berbagai masalah internal dalam sistem badminton Korea Selatan.

Dia mengungkap dugaan kelalaian federasi dalam menangani cedera atlet serta tekanan terkait penggunaan perlengkapan dari sponsor tertentu.

Pernyataan itu kemudian memicu perhatian luas hingga Kementerian Olahraga Korea Selatan turun tangan melakukan penyelidikan.

Dari proses tersebut, dugaan korupsi di Asosiasi Badminton Korea ikut terbongkar dan menjadi sorotan publik.

An Se-young juga baru saja menambah prestasi dengan meraih gelar Kejuaraan Asia 2026, memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di level dunia.

Penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2020 oleh Asosiasi Alumni Fakultas Ilmu Liberal Universitas Nasional Seoul.

Penghargaan ini dibuat untuk memperingati gerakan pro-demokrasi 19 April 1960 di Korea Selatan yang menggulingkan rezim otoriter saat itu.

Capaian An Se-young kini menempatkan dia tidak hanya sebagai atlet elite dunia, tetapi juga figur yang memberi dampak besar di luar arena olahraga.

Topik Menarik