LPOI Kirim Surat ke Pemimpin Iran, Minta Kapal Tangker Indonesia Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Sejumlah Ormas Islam Indonesia yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mengirim surat terbuka kepada jajaran pemimpin Republik Iran dan masyarakatnya. Dalam surat tersebut, LPOI meminta agar kapal tangker Indonesia dapat diizinkan melintas di Selat Hormuz.
Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siroj, awalnya menyampaikan dukungan terhadap kebijakan Iran dalam penguasaan Selat Hormuz. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.
Baca juga: Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Iran Pantau Semua Pergerakan Militer AS
"Kami masyarakat muslim dan organisasi-organisasi Islam Indonesia dan bangsa Indonesia sangat memahami, menghormati dan mendukung kebijakan penguasaan terkait Selat Hormouz, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kedaulatan Tanah Air, karena hubbul wathon mina/iman," ujar Said Aqil dalam surat terbuka tersebut, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Meski demikian, LPOI tetap mengajukan permintaan agar kapal tangker Indonesia dapat melintas. Said Aqil menyebut hal itu sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kedaulatan energi nasional.Kematian Larijani dan Soleimani Berpotensi Ciptakan Disrupsi Serius dalam Rantai Komando Iran
"Dengan segala kerendahan hati, sebagai salah satu ikhtiar kemaslahan umat Islam Indonesia dan untuk menjaga kedaulatan energi Bangsa Indonesia. Melalui surat ini, mohon kiranya dapat diizinkan kapal tangker bangsa kami untuk dapat melintas dengan pengawalan keamanan, khususnya untuk kapal tangker bangsa kami yang mungkin masih berada di sana," kata Said Aqil.
Baca juga: Kabel Diplomatik Ungkap Perang Iran Merugikan AS di Berbagai Bidang di Seluruh Dunia
Dalam surat tersebut, LPOI juga menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan kekhilafan dalam dinamika hubungan antara Indonesia dan Iran, baik di tingkat pemerintahan maupun bisnis.
"Bismillah Insya Allah kedepan akan lebih baik. Pemimpin Tertinggi, Bapak Presiden Iran, dan masyarakat Iran yang kami banggakan. Sura init kami tuliskan dengan tulus dan penuh kesadaran dan kecintaan atas persaudaraan," tutur Said Aqil.
"Kami tuliskan surat ini sebagai harapan untuk terwujudnya perdamaian dan berakhirnya penjajahan di atas bumi agar semua makhluk bisa hidup damai dan tentram," sebutnya.










