BPD Bali Perkuat Sistem Pembayaran Digital Pengadaan Pemerintah Daerah

BPD Bali Perkuat Sistem Pembayaran Digital Pengadaan Pemerintah Daerah

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 17 April 2026 - 21:48
share

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali meluncurkan KKI Online Payment sebagai inovasi pembayaran digital untuk memperkuat sistem belanja pengadaan pemerintah daerah. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong transparansi, efisiensi, serta percepatan penyerapan anggaran di lingkungan pemerintah daerah.

"Seluruh jajaran di Provinsi Bali diinstruksikan untuk segera beradaptasi dengan sistem KKI Online dalam proses pengadaan barang dan jasa, karena implementasi KKI harus berjalan optimal demi mendukung penyerapan anggaran yang lebih efektif, efisien, akuntabel, dan transparan," ujar Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Bali I Wayan Serinah dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:Imigrasi Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Asing di Bali

Peluncuran KKI Online Payment dilakukan pada 14 April 2026 di Denpasar, Bali, dengan dukungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Bali. Sistem ini memungkinkan proses pembayaran dilakukan secara end-to-end digital dan terintegrasi dengan sistem pengadaan, sehingga mampu meminimalkan proses manual yang selama ini menjadi kendala dalam administrasi keuangan daerah.

Dibandingkan skema sebelumnya yang berbasis QRIS, KKI Online Payment mampu mengakomodasi transaksi hingga Rp200 juta per transaksi, sehingga dinilai lebih relevan untuk kebutuhan pengadaan dengan nilai yang lebih besar. Dalam implementasinya, BPD Bali berperan sebagai penerbit sekaligus pengakuisisi transaksi, yang turut menciptakan efisiensi biaya melalui merchant discount rate yang lebih rendah.

Baca Juga:Spirit of the Rainforest Hadirkan Semarak Budaya Kalimantan di Bali

Selain itu, sistem ini mempermudah bendahara dalam proses administrasi, pelaporan, serta pemantauan transaksi secara real-time. Bagi penyedia barang dan jasa, pembayaran juga dapat diterima lebih cepat, yakni maksimal satu hari setelah serah terima.

Direktur IT dan Operasional BPD Bali Ida Bagus Gede Setia Yasa menambahkan, sistem ini dilengkapi kontrol berbasis virtual card serta keamanan berlapis untuk memastikan setiap transaksi tetap aman dan terpantau. Peluncuran ini sekaligus menjadi langkah strategis BPD Bali dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital daerah dan mendorong integrasi sistem pengadaan dan pembayaran secara nasional.

Topik Menarik