Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi

Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi

Nasional | sindonews | Jum'at, 17 April 2026 - 21:54
share

Shelter Indonesia memperkenalkan arah baru perusahaan melalui agenda Corporate Branding: Brand Positioning Launch Shelter Indonesia sebagai langkah strategis untuk menegaskan transformasi bisnis perusahaan. Shelter Indonesia kini memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi alih daya yang tidak hanya bertumpu padatenaga kerja, tetapi juga didukung sistem dan teknologi terintegrasi.

Transformasi ini didorong oleh perubahan kebutuhan operasional dunia usaha. Saat ini, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan layanan yang berjalan, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kendali yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan lebih akurat.

Dalam konteks ini, Shelter Indonesia melihat bahwa pola operasional yang masih terpisah dan manual tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.

Baca juga: Digitalisasi Ciptakan Eksklusivitas Pasar Tenaga Kerja

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Shelter Indonesia menghadirkan Shelter+, sebuah platform yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk mendukung operasional secara menyeluruh. Melalui platform ini, berbagai aktivitas dapat dipantau dan dikelola dalam satu aluryang terintegrasi, mulai dari pemantauan keamanan melalui Shelter Guard, pengelolaan cleaning service melalui Shelter Cleaning, pelacakan aktivitas penjualan melalui Sellgo, hingga pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work.

Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, lebih terukur, dan lebih berbasis data.

CEO Shelter Indonesia Hari Wahyudin mengatakan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali. Tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik.

“Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yangmengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujar Hari, Jumat (17/4/2026).

Transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tidak lagi hanya hadir sebagai penyedia tenaga kerja operasional, tetapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh.Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, CMO Shelter Indonesia Nino Mayvi menyatakan kebutuhan klien kini terus berkembang. Pasar tidak lagi hanya mencari dukungan tenaga kerja, tetapi juga menuntut visibilitas, kontrol, dan transparansi yang lebih kuat dalam operasional.

Business Consultant Shelter Indonesia Gordon John Stevenson memberikan pandangan dari sisi pengembangan bisnis dan pertumbuhan strategis. Langkah yang dijalankan Shelter Indonesia bukan sekadar digitalisasi, melainkan respons strategis terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah.

“Apa yang sedang dibangun Shelter bukan sekadar digitalisasi. Ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan pasar sekaligus penegasan yang jelas mengenai arah perusahaan ke depan,” ujar Gordon.

Upaya Shelter Indonesia dalam menghubungkan berbagai elemen operasional ke dalam satu sistem terintegrasi menghadirkan tiga hal penting bagi dunia usaha saat ini yaitu visibilitas, keterukuran, dan kendali.

Tiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi efisiensi operasional sekaligus keunggulan bersaing. Melalui positioning baru bertajuk “A New Shape of Shelter Indonesia, perusahaan ingin menegaskan bahwa masa depan layanan alih daya tidak lagi cukup bertumpu pada tenaga kerja semata.

Ke depan, keberhasilan operasional akan semakin ditentukan oleh kemampuan mengelola aktivitas secara terintegrasi, memantau proses secara real-time, serta membangun sistem kerja yang lebih transparan, terukur, dan berbasis data.

Shelter Indonesia juga menegaskan bahwa teknologi tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk memperkuatnya. Sumber daya manusia tetap menjadi inti layanan, sementara teknologi berfungsi untuk mendukung akurasi, mempercepat koordinasi, memperkuat akuntabilitas, serta membantu klien memperoleh kendali yang lebih baik terhadap proses bisnis mereka.

Topik Menarik