Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa Viral, IPB Janji Tindak Tegas
IPB University memberikan tanggapan mengenai viralnya dugaan pelecehan seksual di grup chat mahasiswa Teknik Mesin. IPB memastikan setiap pelecehan yang merendahkan martabat manusia tidak dapat ditoleransi.
Sebelumnya viral unggahan percakapan pesan di media sosial X yang diduga milik mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University yang dinilai menjurus ke pelecehan seksual.
Baca juga: UI Nonaktifkan Status Akademik 16 Mahasiswa FHUI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup Chat
Melalui siaran pers, dikutip Kamis (16/4/2026), berdasarkan investigasi awal yang disusun Komisi Disiplin Fakultas Teknik dan Teknologi, kejadian ini berawal pada tahun 2024 dari sebuah grup privat mahasiswa yang kemudian berkembang dan di dalamnya ditemukan komentar yang tidak pantas terhadap beberapa mahasiswi.
HighEnd dan Standard Chartered Hadirkan Ramadan Prosperity Circle, Ruang Inspiratif Perempuan
"Mahasiswi korban mengetahui keberadaan grup tersebut dan telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkatnya, " kata Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Alfian Helmi, melalui siaran pers, Kamis (16/4/2026).Baca juga: Viral Kasus Grup Chat FHUI dan Lagu ITB, Kenali Bentuk Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi
Selain menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa, IPB juga menegaskan bahwa setiap tindakan yang merendahkan martabat, termasuk pelecehan berbasis gender baik daring dan luring tidak dapat ditoleransi.
Ia mengungkapkan, IPB memahami proses mediasi sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan korban. Maka dari itu, IPB University berkomitmen untuk memastikan proses penanganan berjalan lebih komprehensif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan korban.
Alfian menambahkan, sebagai bentuk tanggung jawab, IPB University pun menegaskan akan Menempatkan keselamatan dan pemulihan korban sebagai prioritas utama, termasuk pendampingan psikologis dan akademik.Kemudian, lanjutnya, akan menindak tegas setiap pelanggaran kode etik mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menjamin proses penanganan yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Sinopsis Sinetron 'Mencintai Ipar Sendiri' Eps 114: Rafka Ingin Batalkan Pernikahan Rafki dan Ayuna
"Memperkuat edukasi dan budaya kampus yang menghormati kesetaraan dan martabat setiap individu," ujar Alfian.
Ditegaskannya, sejak laporan diterima tanggal 14 April 2026, IPB University juga telah melakukan langkah-langkah penanganan sejak laporan diterima, antara lain:
- Melakukan penelusuran fakta dan penyusunan kronologi resmi dengan memanggil pihak-pihak yang terkait; - Mengamankan bukti-bukti yang relevan untuk mendukung proses penanganan; - Mengaktifkan mekanisme penanganan pelanggaran kode etik di tingkat fakultas dan institusi.
"IPB University mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses penanganan yang sedang berjalan agar kasus ini dapat terselesaikan dengan baik. IPB University juga mengajak seluruh warga kampus untuk bersama-sama menjaga lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Kampus adalah ruang belajar yang harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, " ujarnya.










