Sampaikan Aspirasi Damai, Corong Rakyat: Demo Boleh, Anarkis Jangan
Maraknya unjuk rasa apalagi yang berujung ricuh kembali menjadi sorotan publik. Aksi tersebut tidak terjadi secara spontan melainkan kerap ditunggangi kelompok tertentu yang sengaja memprovokasi massa demi memecah belah persatuan bangsa.
Menurut Koordinator Corong Rakyat Ahmad, pada dasarnya penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, ada garis tegas yang tidak boleh dilanggar.
Baca juga: Polda Jabar Imbau Aksi Demonstrasi Mahasiswa Tidak Berujung Anarkis
“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak. Tapi, ingat aksi boleh, anarkis jangan. Itu poin penting yang harus dijaga bersama,” ujarnya di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Dia mengingatkan kerap aksi yang awalnya damai berubah menjadi kericuhan akibat ulah segelintir pihak yang menyusup dan memprovokasi massa. Ironisnya, dalam situasi tersebut, aparat kepolisian yang bertugas mengamankan justru kerap menjadi pihak yang disalahkan.Ahmad menekankan pentingnya komitmen bersama antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Dia menyoroti prosedur seperti pemberitahuan kepada kepolisian sebelum aksi digelar seharusnya dipatuhi demi terciptanya suasana damai.
Dia mengapresiasi kinerja Polri yang dinilainya semakin humanis dalam mengawal berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa. Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, polisi terus berbenah dan terbuka terhadap kritik.
“Kita lihat sekarang pendekatannya lebih humanis. Polri hadir bukan hanya mengamankan, tapi juga mendukung penyampaian aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Ahmad menyoroti peran besar media sosial dalam membentuk opini publik sekaligus memobilisasi massa. Platform digital kini kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan provokasi.
Polri juga aktif melakukan kontra narasi terhadap konten-konten provokatif yang beredar di dunia maya sebagai upaya menjaga stabilitas dan persatuan nasional.
Ahmad menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga persatuan bangsa. “Pemuda adalah masa depan bangsa. Jangan sampai kita dipecah belah oleh kepentingan kelompok tertentu. Mari kita bersatu, jaga Indonesia, dan bersama Polri menjaga kamtibmas di seluruh wilayah,” ujarnya.










