Mengapa Perundingan 21 Jam AS-Iran Gagal? Ini Jawaban Versi Kedua Kubu
Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan gagal menghasilkan kesepatan setelah 21 jam negosiasi. Mengapa perundingan ini bisa gagal? Baik Teheran maupun Washington memiliki jawaban sendiri.
Jawaban Versi AS
Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menolak untuk memberikan rincian hasil negosiasi 21 jam. Namun, dia menyebutkan bahwa inti perselisihan adalah tentang senjata nuklir.Baca Juga: Wapres Vance: Perundingan AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan!
"Faktanya adalah kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir," kata Vance.
Dia menambahkan bahwa itu adalah tujuan utama Presiden Donald Trump, dan itulah yang telah mereka coba capai melalui negosiasi."Program nuklir mereka, fasilitas pengayaan yang mereka miliki sebelumnya, telah dihancurkan," imbuh Vance.Vance mengajukan pertanyaan retoris menanyakan apakah Iran memiliki kemauan untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang dan memberikan jawaban sederhana: "Tidak."
“Pertanyaan sederhananya adalah, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir—bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kita belum melihatnya. Kita berharap akan melihatnya,” kata Vance.
Iran bersikeras bahwa mereka tidak sedang mengejar ambis untuk memiliki bom atom, dan AS serta Israel telah mengebom situs-situs sensitif Iran baik dalam perang yang diluncurkan pada 28 Februari maupun pada Juni tahun lalu.
Menanggapi pertanyaan seorang jurnalis tentang apakah aset beku Iran dibahas selama perundingan 21 jam, Vance mengatakan bahwa banyak isu lainnya dibahas. "Tetapi kami tidak dapat mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami," katanya.
Vance mengatakan delegasi AS cukup fleksibel, akomodatif dan bahwa pihaknya datang dengan itikad baik, seperti yang diminta oleh Trump untuk melakukan upaya terbaik untuk mendapatkan kesepakatan. "Kami melakukan itu," katanya.
Jawaban Versi Iran
Menurut laporan Press TV, jaringan berita Iran, berbagai isu, termasuk Selat Hormuz, telah menjadi poin perselisihan.Lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, menyalahkan "tuntutan tidak masuk akal" AS atas kebuntuan dalam perundingan di Islamabad yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Delegasi Iran bernegosiasi terus menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran; terlepas dari berbagai inisiatif dari delegasi Iran, tuntutan tidak masuk akal dari pihak Amerika mencegah kemajuan negosiasi. Dengan demikian, negosiasi berakhir," kata IRIB di Telegram, tanpa merinci detail tuntutan AS apa yang dianggap tidak masuk akal.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya tidak rencana cadangan jika perundingan damai dengan Iran gagal atau Teheran menolak untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dia menegaskan bahwa tidak ada "Rencana B".
"Anda tidak membutuhkan rencana cadangan. Militer mereka telah dikalahkan. Kita telah mengintegrasikan semuanya. Mereka memiliki sangat sedikit rudal. Mereka memiliki sangat sedikit kemampuan manufaktur. Kita telah menyerang mereka dengan sangat keras. Militer kita luar biasa; pekerjaan yang telah mereka lakukan," kata Trump.






