10 Jurusan dengan Keketatan Tertinggi di SNBP 2026, Ada Pilihanmu?
Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 semakin ketat. Hal ini tercermin dari daftar 10 program studi akademik dengan tingkat keketatan tertinggi yang dirilis dalam infografik resmi SNBP 2026.
Sebanyak tujuh PTN berhasil menempatkan program studinya dalam daftar jurusan paling ketat tersebut. Dikutip dari laman UPNVJ, Sabtu (11/4/2026), 7 kampus tersebut yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Universitas Lampung (Unila), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Sumatera Utara (USU).
Baca juga: Kisah Naura, Lulusan MAN Berusia 15 Tahun yang Lolos SNBP 2026 di Unesa
Data ini menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa terhadap jurusan-jurusan unggulan, sekaligus menegaskan bahwa persaingan masuk PTN favorit semakin kompetitif dengan tingkat penerimaan yang sangat kecil.
UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menjadi salah satu kampus yang menonjol karena berhasil menempatkan dua program studi dalam daftar nasional.Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media berada di peringkat keempat, sementara Program Studi Farmasi menempati posisi ketujuh. Capaian ini menegaskan daya saing UPNVJ, baik pada bidang kreatif maupun kesehatan.
Baca juga: Jurusan Terketat dan Terfavorit UNY pada SNBP 2026, Kedokteran dan Manajemen Teratas
Hasil ini sejalan dengan arah kebijakan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus yang mendorong pengembangan program studi relevan, kompetitif, dan menjawab kebutuhan zaman.
Penguatan kurikulum, dukungan dosen yang kompeten, serta pembaruan fasilitas pembelajaran menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap UPNVJ.
Sementara itu, posisi teratas jurusan terketat SNBP 2026 ditempati oleh Program Studi Keperawatan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurusan ini mencatat 1.693 pendaftar, namun hanya menerima 10 mahasiswa, dengan tingkat keketatan sebesar 0,59 persen.










