Syaiful Huda Tekankan PKB Usung Politik Nilai Bukan Transaksional

Syaiful Huda Tekankan PKB Usung Politik Nilai Bukan Transaksional

Nasional | sindonews | Kamis, 9 April 2026 - 07:14
share

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda menekankan bahwa partai ini berdiri atas landasan dan fondasi nilai, bukan semata politik transaksional. Hal itu disampaikan Huda saat menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Cabang (Muscab) PKB di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut, Rabu 8 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Huda menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dari DPP PKB. Hal ini ditandai dengan penunjukan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, sebagai Ketua DPW PKB Kalimantan Selatan.

“Kalimantan Selatan termasuk yang mendapat keberkahan karena langsung dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI. Banyak DPW yang menginginkan beliau menjadi ketua, dan Alhamdulillah beliau ditunjuk langsung oleh Ketua Umum,” ujarnya.

Baca juga: KPK Dalami Pemotongan Anggaran Internal Kejari HSU dan Aliran Dana ke Mantan Kajari

Ia juga menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, kepada seluruh kader dan pejuang PKB di Kalimantan Selatan sejak 1998. “Salam hormat dari Gus Muhaimin untuk seluruh pejuang PKB di Kalimantan Selatan. Semoga perjuangan bapak dan ibu sekalian menjadi amal jariyah,” lanjutnya.

Ketua DPW PKB Jawa Barat itu menegaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki dua nilai utama yang menjadi kekuatan politik, yakni nilai perjuangan keagamaan dan semangat kebangsaan. Menurutnya, kedua nilai tersebut harus terus dijaga dan dipadukan dalam praktik politik.

“Gerakan politik tidak cukup hanya berbasis nasionalisme semata, tetapi harus menggabungkan semangat religiusitas dengan kecintaan pada tanah air,” tegasnya.

Ia menyebut, PKB merupakan partai yang secara konsisten memadukan dua nilai tersebut. Karena itu, PKB diyakini akan terus tumbuh sebagai partai masa depan. “Kalau ada pertanyaan partai mana yang menggabungkan religiusitas dan nasionalisme, maka jawabannya adalah PKB,” katanya.

Lebih lanjut, Huda menegaskan bahwa PKB dilahirkan sebagai representasi politik idealisme, yakni politik yang berpihak pada kepedulian terhadap umat dan rakyat secara bersamaan. “PKB adalah partai yang mengusung politik idealisme. Politik yang berbasis kepedulian, bukan pragmatisme. Karena itu, partai yang mengedepankan pragmatisme adalah lawan PKB,” ujarnya.

Huda mengaku optimistis kader PKB di Kalimantan Selatan siap menjadi garda terdepan dalam melawan praktik politik pragmatis. “Saya yakin di Kalimantan Selatan banyak kader PKB yang siap membasuh praktik politik pragmatisme,” tandasnya.

Topik Menarik