Air Bersih Mengalir di Sikka, Program Partai Perindo Alirkan Harapan dan Ekonomi Warga
Akses air bersih tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar, tetapi juga menentukan kualitas hidup dan peluang ekonomi masyarakat. Di banyak wilayah, keterbatasan air selama bertahun-tahun membatasi aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil yang menjadi tumpuan ekonomi kerakyatan.
Perubahan mulai dirasakan warga Dusun Watuliwung, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Melalui program “Sumber Air Kehidupan” dari Partai Perindo, air bersih kini hadir lebih dekat dan mengalir langsung ke rumah warga.
Sekitar tujuh kepala keluarga kini tidak lagi bergantung pada pasokan air dari mobil tangki yang selama ini menjadi satu-satunya sumber. Program yang mulai beroperasi sejak November 2025 ini menghadirkan sumur bor yang dilengkapi menara penampung dengan dua tandon berkapasitas masing-masing 5.200 liter.
Baca juga: Anggota DPRD Salundik Dukung Program Beasiswa untuk Perkuat SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Dari menara tersebut, air dialirkan ke kran-kran di depan rumah warga hingga menjangkau dapur dan pekarangan. Perubahan ini tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Bagi Bernadetha Rebo Novia (34), kehadiran air bersih menjadi titik balik dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, dia harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
"Selama ini kami selalu membeli air bersih dari mobil tangki seharga Rp100 ribu, setiap dua minggu satu kali sesuai kebutuhan," ungkap Bernadetha, Senin (6/4/2026).
Keterbatasan tersebut membuat warga harus berhemat dalam penggunaan air, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga sanitasi. Kini, kondisi itu berubah secara signifikan."Setelah adanya air bor ini, kami kelimpahan air," ujarnya.
Ketersediaan air yang memadai membuka peluang baru bagi warga. Pekarangan rumah yang sebelumnya kering kini mulai dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura seperti kacang panjang, kangkung, terung, hingga sawi.
Hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan. Aktivitas sederhana di sekitar rumah perlahan berkembang menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
"Kami sangat bersyukur dengan bantuan sumur bor air bersih dari Perindo. Kami sudah tanam banyak tanaman. Ada kacang panjang, kangkung, terung, sampai sawi. Sawi sudah habis dipanen dan dijual. Selanjutnya, kami berencana tanam sayur yang lebih banyak lagi. Terima kasih Perindo sudah membantu kami mengakses air bersih," tutur Bernadetha.
Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo, Marthen Luther Adji, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari program “Sumber Air Kehidupan” yang diinisiasi Partai Perindo sebagai komitmen menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat."Di Nusa Tenggara Timur, sumur bor dibangun di Kabupaten Sikka, tepatnya di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae. Air bersih dari sumur bor ini sudah dimanfaatkan oleh tujuh kepala keluarga di sekitar sumur sejak November 2025 hingga April 2026," kata Marthen.
Dia menambahkan, pemanfaatan saat ini masih berada pada tahap awal sebelum dilakukan perluasan jaringan ke wilayah yang lebih luas. "Sementara air ini baru dimanfaatkan oleh tujuh kepala keluarga di sekitar sumur. Dimana selanjutnya jaringan ini akan diperluas ke wilayah lain," tambahnya.
Rencana pengembangan jaringan akan menjangkau dusun lain di Desa Watuliwung, yakni Dusun Wairhubing dan Dusun Wetakara. Perluasan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan krisis air bersih yang selama ini membatasi kehidupan masyarakat.
Dengan hadirnya akses air bersih, perubahan tidak hanya dirasakan pada aspek kebutuhan dasar, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh lebih mandiri. Air tidak lagi sekadar kebutuhan, melainkan menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.










