TKA SMP 2026 Lancar di Hari Pertama, Ini Kunci Suksesnya
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP yang dimulai pada 6 April 2026 berlangsung lancar. Kelancaran ini didukung oleh persiapan panjang, koordinasi lintas pihak, serta dedikasi para guru di lapangan.
Kepala SMPN 2 Curug Tangerang, Purwaningsih, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA gelombang pertama dilakukan dalam tiga sesi. “Kita melaksanakan TKA tiga sesi pada gelombang satu. Hari ini Matematika, besok Bahasa Indonesia. Alhamdulillah hari ini lancar semua,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (7/4/2026)
Baca juga: Jadwal TKA SMP 2026 Resmi, Simak Sesi dan Materi Ujian
Kesiapan tersebut dibangun melalui simulasi terstruktur yang melibatkan sekolah, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), dan Dinas Pendidikan. Simulasi dilakukan tidak hanya pada perangkat, tetapi juga langsung kepada siswa.
“Simulasi dilakukan dua kali, baik untuk perangkat maupun siswa. Bahkan seluruh sekolah se-kabupaten dan se-provinsi melaksanakan simulasi di hari yang sama untuk mengukur ketangguhan server,” jelasnya.Di balik kesiapan teknis, dedikasi guru menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan berjalan optimal. Ia mengakui tekanan menjelang pelaksanaan cukup tinggi karena ingin memastikan semuanya berjalan tanpa kendala. Persiapan bahkan dilakukan hingga larut malam.
“Tadi malam saya hanya tidur sekitar dua jam. Deg-degan sekali. Kami bersama guru lain masih memastikan perangkat hingga larut malam,” ungkapnya.
Dari sisi siswa, pelaksanaan diwarnai antusiasme meski disertai rasa tegang, terutama dengan adanya kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, pada hari pertama pelaksanaan. Namun, latihan yang telah dilakukan membuat siswa tetap percaya diri.
“Siswa cukup antusias meski agak tegang karena ada Pak Menteri. Tapi mereka sudah terbiasa dengan soal TKA karena sering latihan,” katanya.
Pembiasaan terhadap pola soal menjadi kunci keberhasilan siswa dalam mengikuti ujian. Dengan jumlah peserta mencapai 330 siswa, sekolah menerapkan sistem dua gelombang untuk menyesuaikan kapasitas perangkat.“Kami hanya memiliki tiga laboratorium, satu sesi sekitar 60 siswa. Jadi dibagi dua gelombang selama empat hari,” jelasnya.
Sementara itu, pelaksanaan TKA di SMP Negeri 1 Bekasi juga berlangsung lancar. Kepala sekolah, Mukhtia Wahyudi Isra, menyebut kesiapan sekolah telah mencapai 100 persen.
“SMP Negeri 1 Bekasi sudah berada di level kesiapan maksimal untuk menyambut TKA pada 6 April 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses administratif dan teknis berjalan sesuai perencanaan. Data peserta telah divalidasi, kartu ujian didistribusikan, serta proktor dan teknisi telah mengikuti pelatihan intensif.
Dukungan infrastruktur juga menjadi faktor penentu kelancaran. Sekolah menggunakan jaringan dengan bandwidth khusus yang stabil serta menyediakan perangkat cadangan.“Kami memastikan jaringan stabil dan menyiapkan perangkat cadangan agar ujian berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.
Dari sisi organisasi profesi, Sekretaris Jenderal PB PGRI, Dudung Abdul Qodir, menilai kelancaran TKA menunjukkan kesiapan yang menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua.
“Semua pihak harus membangun jejaring untuk menciptakan suasana yang mendukung, sehingga siswa memiliki kekuatan moral dalam mengikuti TKA,” ujarnya.
Menurutnya, TKA menjadi bagian penting dalam evaluasi pembelajaran. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem pendidikan ke depan.
“TKA penting untuk melihat kemampuan akademik, literasi, dan numerasi siswa. Hasilnya harus dimanfaatkan untuk perbaikan,” tegasnya.
Sebagai informasi, meskipun tidak bersifat wajib, jumlah peserta TKA SMP tahun ini mencapai 4.207.516 siswa atau sekitar 98 persen dari total siswa SMP/MTs di Indonesia.










