FT UNJ Luncurkan Program Visiting Professor 2026, Perkuat Riset dan Reputasi Global
Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) secara resmi membuka rangkaian program strategis Visiting Professor dan Joint Supervision pada Senin, 6 April 2026, di Gedung A SFD Kampus A UNJ. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Enhancing Quality of Education for International University Impact and Recognition (EQUITY) yang bertujuan memperkuat kualitas riset, publikasi internasional, serta rekognisi global universitas.
Program ini menghadirkan dua akademisi internasional bereputasi, yakni Mohamed Thariq Hameed Sultan dari Universiti Putra Malaysia dan ShahNor Basri dari Universiti Muhammadiyah Malaysia.
Baca juga: 10 Jurusan ITS Paling Sulit Ditembus di SNBP 2026, Teknik Pertambangan Paling Ketat
Selain kuliah umum, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam penguatan kolaborasi internasional melalui penandatanganan Implementation Agreement serta pengembangan skema joint supervision. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, bersama kedua profesor tamu sebagai bentuk komitmen penguatan jejaring akademik global.
Dalam sambutannya, Prof. Neneng menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis FT UNJ dalam mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi bereputasi internasional. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan akademisi global tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga mempercepat transformasi akademik menuju standar internasional.“Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan luaran konkret berupa riset bersama, publikasi internasional, serta penguatan kurikulum berbasis global,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (7/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, R.A. Murti Kusuma W., menekankan pentingnya kehadiran international academic leaders dalam meningkatkan reputasi universitas.
“Kolaborasi dengan profesor yang memiliki rekam jejak sitasi tinggi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap indikator pemeringkatan global seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education,” jelasnya.










