Iran Klaim Misi Penyelamatan Pilot Jet Tempur AS Gagal

Iran Klaim Misi Penyelamatan Pilot Jet Tempur AS Gagal

Global | sindonews | Jum'at, 3 April 2026 - 20:18
share

Iran mengatakan telah menembak jatuh jet tempur AS di bagian tengah negara itu. Pejabat AS belum berkomentar.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, kemudian menerbitkan gambar yang menurut mereka menunjukkan puing-puing pesawat.

Media tersebut juga melaporkan bahwa AS sedang berusaha untuk mengevakuasi pilot, yang kondisinya masih belum jelas.

“Operasi tersebut melibatkan helikopter Black Hawk dan pesawat C-130 Hercules; namun, upaya mereka sejauh ini sia-sia,” kata Tasnim.

Al Jazeera belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Pada bulan Maret, sebuah F-35 Amerika harus melakukan pendaratan darurat setelah terkena tembakan Iran.Sebelumnya, pasukan Iran menembak jatuh dua jet tempur canggih AS lagi hari ini, termasuk F-35 kedua, meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim telah menghancurkan pertahanan udara Iran.Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa pertahanan udara canggih yang baru dikembangkan telah menembak jatuh jet tempur siluman F-35 di Iran tengah.

Pesawat yang jatuh itu milik skuadron Lakenheath, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa jet tempur tersebut hancur total dan jatuh.

Karena hancurnya pesawat secara total, nasib pilot masih belum diketahui, catat pernyataan itu.

Sebelumnya pada hari Jumat, IRGC mengumumkan bahwa jet tempur musuh canggih lainnya menjadi sasaran sistem pertahanan udara di selatan Pulau Qeshm.Pesawat canggih itu kemudian jatuh di antara pulau Hengam dan Qeshm, terjun "ke kedalaman Teluk Persia yang tak pernah padam."

Penembakan itu merupakan teguran langsung terhadap retorika terbaru dari Washington. IRGC mencatat bahwa Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa pasukan AS telah menghancurkan pertahanan udara Iran.

"Menyusul klaim palsu dari Presiden AS yang pembohong mengenai penghancuran total pertahanan udara IRGC, beberapa saat yang lalu sebuah jet tempur musuh canggih dihantam di selatan Pulau Qeshm oleh sistem pertahanan udara canggih modern Angkatan Laut IRGC, di bawah kendali jaringan pertahanan udara terpadu negara itu," bunyi pernyataan IRGC.

Pencegatan ini menambah daftar panjang kerugian penerbangan yang mengejutkan bagi militer AS. Pada 11 Maret, IRGC berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 Angkatan Udara AS di wilayah udara Iran tengah.

Meskipun media AS kemudian mengkonfirmasi bahwa sebuah F-35 melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara AS di Asia Barat karena apa yang diyakini sebagai tembakan Iran, laporan selanjutnya oleh NPR mencatat bahwa pesawat yang rusak parah tersebut tidak akan dapat melanjutkan operasinya dalam waktu dekat.Angkatan bersenjata Iran sejauh ini telah menembak jatuh dua F-35, satu F-18, dua F-16, dan empat F-15 sejak awal agresi.

Militer AS secara resmi telah mengkonfirmasi hilangnya tiga F-15 AS dan satu pesawat tanker KC-135 selama perang yang sedang berlangsung. Pentagon terus berupaya menutupi kerugian besar ini, menggambarkan penembakan jatuh tersebut sebagai "tembakan salah sasaran" atau "kecelakaan."

Baru-baru ini, militer AS bahkan mengumumkan jatuhnya sebuah F-35 di Nevada, sebuah pengumuman yang secara luas dipandang oleh para ahli militer sebagai cerita palsu yang putus asa untuk menutupi hilangnya jet tempur siluman dalam perang dengan Iran.

Topik Menarik