Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur AS di Selat Hormuz, Amerika Langsung Menyangkal

Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur AS di Selat Hormuz, Amerika Langsung Menyangkal

Global | sindonews | Jum'at, 3 April 2026 - 07:36
share

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim pada Kamis malam bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur canggih Amerika Serikat (AS) di atas Pulau Qeshm, Selat Hormuz, menggunakan sistem pertahanan udara. Klaim itu langsung disangkal militer Amerika.

Menurut pernyataan IRGC yang dilaporkan oleh Fars News Agency, jet tempur Amerika yang tak disebutkan namanya secara detail itu ditembak jatuh dan tenggelam ke dasar Selat Hormuz.

Baca Juga: Viral, Jet Tempur F-15 AS Gagal Cegat Drone Shahed Iran di Langit Irak

Namun, Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan klaim IRGC itu tidak benar.

"Semua pesawat tempur AS telah terdata. IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) Iran telah membuat klaim palsu yang sama setidaknya setengah lusin kali," katanya dalam sebuah pernyataan di X.

Ketegangan di kawasan itu meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan lebih dari 1.340 kematian, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.Iran membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sebanyak 13 anggota militer AS telah tewas dan sekitar 303 lainnya terluka sejak serangan dimulai.

AS Mengebom Jembatan Tertinggi Iran

Sementara itu, AS membombardir jembatan tertinggi di Iran hingga hancur pada hari Kamis. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom negara Islam itu hingga kembali ke Zaman Batu.

Trump mengunggah rekaman pengeboman tersebut di media sosial, yang menunjukkan asap mengepul dari jembatan B1 di Karaj, sekitar 35 kilometer barat daya Teheran.

Dia memperingatkan bahwa akan ada kehancuran lebih lanjut kecuali Iran mau bernegosiasi untuk mengakhiri perang lima minggu tersebut.“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah digunakan lagi—Masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK AKAN ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA YANG HEBAT!” tulis Trump di media sosial, yang dikutip AFP.

Stasiun televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan dua serangan AS-Israel di jembatan tersebut.

“Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj,” bunyi siaran televisi tersebut, menambahkan bahwa serangan awal telah menyebabkan dua korban sipil.

Disebutkan bahwa serangan selanjutnya terjadi ketika tim darurat dikerahkan ke lokasi untuk membantu korban serangan pertama.

Fars News Agency yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa delapan orang tewas dan 95 lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Sebagai respons, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan: “Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa warga Iran untuk menyerah.”

“Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau. Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih: kerusakan pada reputasi Amerika,” tulisnya di X.

Topik Menarik