2 Jam Bertemu di Solo, Dubes Iran Curhat soal Kondisi Negaranya ke Jokowi

2 Jam Bertemu di Solo, Dubes Iran Curhat soal Kondisi Negaranya ke Jokowi

Nasional | sindonews | Rabu, 1 April 2026 - 17:35
share

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berkunjung ke kediaman Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Kunjungan cukup menyita perhatian mengingat Iran sedang terlibat perang dengan Israel dan Amerika Serikat.

Rombongan Mohammad Boroujerdi tiba di kediaman Jokowi, Jalan Kutai Utara Nomor 1 Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari, Kota Solo sekitar pukul 11.00 WIB. Rombongan selanjutnya dipersilakan masuk dan berbincang santai di ruang tamu.

Baca juga: Siap-siap Google dan YouTube Mati Total! Iran Buka Medan Pertempuran Baru

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam, Jokowi juga menjamu makan siang Boroujerdi dan rombongan. Menu yang disajikan antara lain lontong sayur, gulai kambing, mi aceh, ayam goreng kremes, telur ceplok, dan nasi goreng.

Boroujerdi kepada wartawan menyatakan bahwa pertemuan dengan Jokowi berlangsung dalam suasana hangat. Pertemuan menjadi ajang silaturahmi, serta membahas sejumlah isu penting.

“Saya berkesempatan bertemu Yang Mulia Bapak Joko Widodo untuk mengucapkan selamat Idulfitri serta mendoakan kesehatan beliau dan keluarga," kata Boroujerdi.

Pihaknya juga memanfaatkan kesempatan itu untuk melaporkan kondisi terkini yang tengah dihadapi Iran. Dia menyebut situasi di Iran terkini berkaitan dengan konflik yang melibatkan pihak asing. Ia menyampaikan mengenai situasi terkini Iran serta serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat.

Baca juga: Tidak Semudah Itu bagi Trump untuk Akhiri Perang Lawan Iran

Dalam pertemuan, lanjutnya, Jokowi menyampaikan dukungan dan solidaritas kepada rakyat Iran. Sikap tersebut dinilai mencerminkan kepedulian terhadap situasi kemanusiaan global. Dukungan menjadi hal yang berarti bagi pemerintah dan rakyat Iran.Boroujerdi juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon. Ia menyoroti gugurnya tiga prajurit TNI, serta mengecam keras serangan yang dinilai melanggar hukum internasional.

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi memuji kepemimpinan Joko Widodo selama menjabat sebagai presiden. Ia menilai Indonesia mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor. Selain itu, hubungan luar negeri Indonesia juga dinilai semakin luas dan strategis. Jokowi dinilai sebagai salah satu pemimpin Indonesia yang sukses dan membawa kemajuan pesat bagi negaranya.

Ia juga menyinggung eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan Jokowi ke Iran serta kunjungan Presiden Iran saat itu, Ebrahim Raisi ke Indonesia pada tahun 2023. Pertemuan-pertemuan dinilai memperkuat kerja sama kedua negara.

Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada Iran. Ia menilai dukungan sangat berarti di tengah situasi sulit yang dihadapi negaranya. Ia berharap hubungan persahabatan kedua negara dapat terus terjalin dengan baik.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia kepada Iran di masa-masa sulit ini," katanya. Boroujerdi juga mengajak berbagai pihak di Indonesia untuk mendukung kampanye penolakan perang. Ia menyebut kampanye tersebut dipelopori oleh sejumlah organisasi keislaman dan kelompok pecinta damai. Harapannya, semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya menjaga perdamaian.

Sementara itu, Jokowi mengemukakan bahwa pertemuan menjadi bagian dari menjaga hubungan diplomatik antarkedua negara.

“Intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira ini bagus baik untuk urusan ekonomi maupun bagus untuk urusan geopolitik,” ujar Jokowi.

Ditanya mengenai apakah turut melobi terkait kapal Indonesia tertahan di Selat Hormuz, ia menegaskan hal itu merupakan ranah pemerintah. Sementara terhadap ajakan mengkampanyekan perdamaian, Jokowi menilai itu baik.

“Saya kira baik kampanye untuk menghentikan perang, kampanye anti perang,” ucap Jokowi.

Dia menegaskan bahwa dunia ini membutuhkan sebuah dunia yang damai dan relasi hubungan yang baik antarnegara. Dengan perdamaian, akan mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan normal tanpa hambatan. Dicontohkannya, pada masa sekarang semua negara kesulitan energi dan minyak. Semua itu bisa teratasi jika tidak ada perang.

Topik Menarik