Kolaborasi UIN MalangBRMP, Perkuat Inovasi di Sektor Pertanian

Kolaborasi UIN MalangBRMP, Perkuat Inovasi di Sektor Pertanian

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 31 Maret 2026 - 13:58
share

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang mulai memperkuat langkahnya dalam pengembangan riset terapan dengan menjalin kerja sama bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aneka Kacang. Kolaborasi ini melibatkan Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Evika Sandi Savitri, serta Ketua Peneliti BRMP, Dr. Suhartini, dan dikukuhkan di kantor BRMP Kendalpayak, Kabupaten Malang, pada 30 Maret 2026.

Kerja sama ini tidak sekadar formalitas, tetapi diarahkan pada kegiatan penelitian yang memiliki dampak nyata, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman, sekaligus memperkuat ketahanannya terhadap berbagai tantangan lingkungan, baik yang bersifat biotik maupun abiotik.

Baca Juga : Hasil SNBP 2026 Diumumkan Hari Ini, Cek Link Resmi dan 42 Laman Mirror

Dari sisi akademik, kolaborasi ini membuka ruang yang luas untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang nanoteknologi dan bioteknologi. Penelitian yang dilakukan juga diarahkan agar tetap berpijak pada potensi sumber daya hayati lokal. Salah satu pendekatan yang diangkat adalah pemanfaatan Azadirachta indica sebagai bahan biosintesis, yang dinilai lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan.

Dalam praktiknya, kedua pihak akan saling melengkapi. Pertukaran data, pemanfaatan laboratorium, hingga penggunaan lahan percobaan menjadi bagian dari kerja sama ini. BRMP sendiri berperan penting dalam menyediakan materi genetik unggul, pendampingan teknis, serta membantu memastikan hasil penelitian dapat diuji langsung di lapangan.Baca Juga : 10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026, FTTM ITB dan Kedokteran UI Paling Diburu

Bagi dunia kampus, kolaborasi ini juga menjadi peluang untuk memperkuat pembelajaran berbasis riset. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berkutat pada teori, tetapi bisa terlibat langsung dalam penelitian yang relevan dengan kebutuhan nyata di sektor pertanian. Harapannya, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki dasar akademik yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah tantangan global.

Melalui sinergi ini, optimisme pun muncul. Tidak hanya untuk menghasilkan inovasi di bidang pertanian, tetapi juga untuk mendorong lahirnya teknologi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

Topik Menarik