Spirit of the Rainforest Hadirkan Semarak Budaya Kalimantan di Bali
Gelombang kisah hutan purba akan menyapa Bali pada April mendatang. Program “Spirit of the Rainforest” menghadirkan pengalaman budaya Kalimantan yang mendalam. Acara bakal digelar di Hotel Tugu Bali, Canggu, Kuta Utara, pada Kamis 9 April 2026. Pertunjukan dimulai pukul 19.30 waktu setempat. Inisiatif ini mengangkat kekayaan tradisi suku Dayak yang berakar kuat. Konsepnya menggabungkan seni, kuliner, dan narasi budaya autentik.
Hotel Tugu Bali dikenal sebagai ruang pelestarian warisan Nusantara. Melalui program ini, para tamu diajak menyelami tradisi hidup Kalimantan. Bukan sekadar pertunjukan biasa, pengalaman dirancang sebagai perjalanan budaya imersif. Setiap elemen dikurasi untuk menghadirkan nuansa hutan hujan tropis. Dengan demikian, pengunjung merasakan keterhubungan antara manusia dan alam. Rangkaian acara menampilkan beragam tarian tradisional khas Dayak yang sarat makna. Tari Solo Tradisional menyuguhkan ekspresi reflektif melalui gerak tunggal yang halus. Sementara itu, Tari Perang Dayak menggambarkan keberanian dan semangat perjuangan leluhur. Ada pula Tari Pipa Tiup yang terinspirasi teknik berburu menggunakan sumpit. Kemudian, Tari Bambu Berirama menghadirkan harmoni gerak kolektif masyarakat desa. Semua pertunjukan diiringi alat musik tradisional Kalimantan yang autentik.
Baca Juga : Wisata Ranu Regulo Dibuka Kembali 21 Maret 2026: Kuota Pengunjung Dibatasi, Aturan Diperketat
Selain seni pertunjukan, pengalaman kuliner menjadi daya tarik utama. Menu empat hidangan disiapkan dengan inspirasi bahan khas Kalimantan. Hidangan pembuka berupa salad pakis hutan dipadu daun singkong dan pepaya muda. Menu utama mencakup ayam panggang bumbu Dayak serta ikan sungai kukus daun pisang. Sajian penutup menghadirkan kue pandan dengan gula aren dan madu hutan. Tersedia pula jamu tradisional berbahan kunyit dan asam sebagai pelengkap opsional.
“Ini pengalaman budaya yang sangat langka. Kami ingin menghadirkan jiwa hutan Kalimantan secara utuh sebagai bentuk apresiasi budaya Nusantara,” kata Marcomm and Events Coordinator Hotel Tugu Bali, Bella Mulyono. Untuk satu malam, hutan hujan Kalimantan seolah hadir kembali di Bali.
Keseluruhan konsep dirancang menghadirkan pengalaman lintas indera yang menyatu. Irama musik tradisional membawa kisah dari hutan dan rumah panjang. Gerak tarian mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan spiritualitas. Kuliner memperkaya perjalanan melalui cita rasa lokal yang otentik. Dengan pendekatan ini, acara menjadi ruang refleksi budaya yang mendalam. Para tamu tidak hanya menonton, tetapi turut merasakan perjalanan tersebut.










