Dokter Tifa Ungkap Termul Tak Henti Bikin Fitnah
Tersangka kasus dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) mengungkapkan bahwa Termul tak henti-hentinya bikin fitnah terhadapnya. Bahkan, dia menilai fitnah kali ini sudah kelewatan.
“Termul Tak Henti Bikin Fitnah. Di tengah langkah yang tak pernah berhenti, justru ujian itu datang dari arah yang tak terduga,” kata Tifa di akun media sosial X @DokterTifa dikutip pada Minggu (29/3/2026).
Tifa mengatakan, Sabtu 28 Maret 2026, hari yang bagi sebagian orang adalah waktu beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau menenangkan diri, dirinya justru melangkah menuju kewajiban yang harus ditunaikan, yakni wajib lapor.
Baca juga: Belajar dari Diamnya dr Tifa: Ketika Viral Mengalahkan Fakta
“Kesibukan menyelesaikan akhir studi Doktoralku 7 hari dalam seminggu, membuat saya hanya mampu menjalani Wajib Lapor di hari Sabtu, mengiris waktu istirahat yang tak banyak,” tuturnya.
Di area Polda Metro Jaya yang sunyi, hening, dengan kesadaran penuh dirinya bahwa jalan perjuangan memang tidak pernah menawarkan kemudahan. “Namun di saat yang sama, beredar sebuah video berisi fitnah keji dari salah seorang Termul. Fitnah yang muncul setelah fitnah saya mengajukan Restorative Justice, dan fitnah-fitnah sebelumnya,” katanya.
“Kali ini sebetulnya fitnahan sangat kelewatan. Sangat kurang ajar, karena menyangkut riwayat sakitnya keluargaku, kematian muda saudara-saudaraku, dengan biadab dijadikan bahan fitnahan, penderitaan dijadikan bahan bullyan. Tetapi saya tersenyum,” ujarnya.
Dia tersenyum bukan karena meremehkan, tetapi karena memahami bahwa setiap perjuangan besar selalu diiringi oleh dua hal: ujian dari Tuhan, dan serangan dari manusia. Dia menuturkan, fitnah adalah bahasa mereka yang tidak mampu mengalahkan gagasan.Dia menambahkan, serangan personal adalah senjata mereka yang kehabisan argumen. Tifa melanjutkan, serangan pribadi adalah tanda kekalahan setelak-telaknya.
“Dan di titik ini, narasi-narasi yang diarahkan kepadaku, termasuk yang dikaitkan dengan polemik seputar ijazah Joko Widodo, justru semakin menunjukkan satu hal: Ketika substansi tak lagi mampu dijawab, maka yang diserang adalah pribadi,” kata dia.
“Bagi saya, ini bukan sekadar serangan biasa. Ini adalah indikasi bahwa ruang dialog yang sehat mulai ditinggalkan, digantikan oleh upaya membangun persepsi melalui fitnah dan framing,” sambungnya.
Tifa mengaku tidak sedang berperang melawan individu. Dia mengaku sedang berjalan membawa amanah yang jauh lebih besar, amanah untuk menyadarkan, melindungi, dan menyiapkan umat menghadapi zaman yang tidak biasa.
“Hari ini saya tetap hadir. Tetap menjalani proses. Tetap tunduk pada hukum. Tetap tenang. Karena saya tahu, kebenaran tidak butuh teriak untuk menang. Ia hanya butuh waktu. Dan waktu, selalu berpihak pada mereka yang sabar, jujur, dan istiqamah,” jelasnya.
“Biarlah mereka berbicara dengan narasi yang dibangun dari prasangka. Saya akan terus melangkah dengan narasi yang dibangun dari ilmu, data, dan tanggung jawab. Sabtu ini bukan hari libur bagiku. Ini adalah pengingat: Bahwa jalan ini bukan jalan nyaman, tetapi jalan yang harus ditempuh oleh mereka yang memilih untuk tidak diam. Dan saya memilih untuk terus berjalan,” pungkasnya.










