Mentrans Iftitah Sulaiman Kenang Nasihat Juwono Sudarsono: Baktikan Ilmu untuk Negara

Mentrans Iftitah Sulaiman Kenang Nasihat Juwono Sudarsono: Baktikan Ilmu untuk Negara

Nasional | sindonews | Minggu, 29 Maret 2026 - 06:42
share

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara turut berbelasungkawa atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono. Iftitah mengaku mengenal sosok Juwono saat dirinya menjadi taruna Akademi Militer (Akmil).

Pertemuan pertama dengan Juwono, kata Iftitah, terjadi saat Juwono menggelar dialog nasional mahasiswa. Juwono yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengaku bersikukuh untuk mengumpulkan mahasiswa sekaligus taruna dari Akmil dan Akpol.

Iftitah menceritakan saat itu Akademi Militer enggan untuk mengirim tarunanya. Namun, Juwonolah yang meyakinkan bahwa dialog itu akan berjalan baik-baik saja.

Baca juga: Kenang Juwono Sudarnoso, Hendropriyono: Dia Sipil tapi Jiwanya Militan

"Takutnya nih berantemlah bahasanya begitu, kepancing dan sebagainya. Tapi almarhumlah yang meyakinkan Panglima TNI bahwa tidaklah, itu pasti akan ketemulah chemistry-nya," ungkap Iftitah, Sabtu (28/3/2026).

Setelah pertemuan itu, Politikus Partai Demokrat itu mengaku kerap berdialog dengan Juwono. Iftitah mengaku perbincangan berkesannya terjadi pada 2016 silam saat dirinya rampung menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Iftitah saat itu mengaku menerima undangan untuk menempuh pendidikan di Harvard University. Mendapatkan kesempatan itu, Iftitah pun mengaku langsung meminta nasihat kepada Juwono.

"Setelah saya selesai Seksoad di Amerika, saya menyampaikan pesan kepada beliau, 'Pak, ini ada undangan dari Harvard University'. Apakah setelah Sesko ini saya menurut Bapak baiknya berangkat ke Harvard begitu?" kenang Iftitah.

Namun, Juwono justru meminta Iftitah untuk tidak mengambil kesempatan itu. Menurut Iftitah, Juwono memintanya pulang ke Tanah Air untuk berbakti kepada negeri."Nah, beliau menyampaikan, 'Tidak perlu, jangan banyakin gelar luar negeri nanti hanya pamer pajangan saja. Kamu baca buku Road to Character, pulang ke Tanah Air, baktikan ilmumu untuk negara.' Akhirnya saya kembali pulang," tutur Iftitah menirukan pesan Juwono ketika itu.

Bahkan menurut Iftitah, perjalanan politik dirinya tak terlepas dari sosok Juwono. Iftitah akhirnya memutuskan untuk pensiun lebih dini dari prajurit militer pada 2019 setelah sekali lagi menerima masukan dari Juwono.

"Beliau menyampaikan pesan lagi, 'Iftitah, ini saatnya TNI-TNI muda juga bergerak membangun negeri dalam konteks yang lebih konkret. Kalau AHY sendirian ya rasa-rasanya berat. Nah, kamu bantu sesama anak muda, sesama generasi," ujar Iftitah menceritakan momen itu.

Pada 2024, setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Transmigrasi, Iftitah mengaku juga sowan kepada Juwono. Ia mengaku telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Juwono yang telah membimbingnya selama 25 tahun ke belakang.

"Jadi sekali lagi, kesan saya terhadap beliau betul-betul orang baik dan saya mengartikannya beliau tidak egois hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi bahkan memikirkan 25 tahun ke depan mempersiapkan generasi muda untuk masa depannya," ujar dia.

"Dan itu juga yang menginspirasi saya dan melanjutkan perjuangan beliau mengapa saya sebagai Menteri Transmigrasi punya program Transmigrasi Patriot, dan kebetulan putranya itu terlibat di dalam Transmigrasi Patriot," sambungnya.

Topik Menarik