Krisis Avtur Hantam Vietnam, Maskapai Pangkas Massal Jadwal Penerbangan
Dunia penerbangan Asia Tenggara kembali diguncang kabar kurang sedap akibat diguncang krisis avtur. Mulai 1 April 2026, sejumlah maskapai penerbangan besar di Vietnam terpaksa melakukan pemangkasan rute dan frekuensi penerbangan secara besar-besaran, akibat lonjakan harga avtur imbas perang Amerika Serikat (AS) versus Iran.
Langkah drastis ini diambil menyusul lonjakan harga bahan bakar jet (avtur) yang kian tidak terkendali di pasar global. Laporan dari Nhan Dan, surat kabar resmi Partai Komunis Vietnam, menyebutkan bahwa kenaikan biaya operasional telah mencapai titik yang mengancam keberlangsungan bisnis maskapai nasional maupun swasta.
Baca Juga: Filipina Umumkan Darurat Energi, Purbaya Ungkap Kondisi di Indonesia
Maskapai bendera nasional, Vietnam Airlines memimpin langkah efisiensi ini dengan menangguhkan sedikitnya tujuh rute penerbangan domestik mulai awal April 2026. Manajemen memperingatkan bahwa pemangkasan bisa lebih ekstrem jika harga avtur terus merangkak naik ke kisaran USD160 hingga USD200 per barel.
Pada rute domestik, pengurangan volume penerbangan mencapai sebesar 12 hingga 26. Sedangkan rute internasional akan mengalami pemotongan 4 hingga 18. Pada akhirnya jika harga avtur menyentuh batas atas, maka total volume penerbangan akan dipangkas sebesar 10 hingga 20.
Tak hanya maskapai full service, maskapai berbiaya rendah (Low-Cost Carrier) juga tak luput dari hantaman krisis energi ini. VietJet Air misalnya, maskapai bertarif rendah paling populer di Vietnam ini akan memotong kapasitas penerbangan sebesar 18 mulai 1 April, dengan fokus utama pada layanan domestik.
Baca Juga: Indonesia Dibayangi Krisis Energi, Bahlil Memohon kepada Oknum Penimbun BBMSedangkan Pacific Airlines, yang merupakan Anak usaha Vietnam Airlines berencana memangkas kapasitas sebesar 8 hingga 30. Strategi mereka adalah menghapus jadwal penerbangan pada jam-jam sepi (off-peak hours) untuk menjaga efisiensi bahan bakar.
Lalu ada juga Bamboo Airways menargetkan bakal memangkas separuh penerbangan hariannya menjadi sekitar 17 dari 36 saat ini. Sementara Sun PhuQuoc Airways berniat mempertahankan jadwal yang ada untuk saat ini karena memiliki persediaan bahan bakar yang cukup hingga akhir April, namun tidak menutup kemungkin akan menilai kembali posisinya jika gangguan bahan bakar terus berlanjut.
Guna menstabilkan pasar domestik, kementerian keuangan Vietnam telah menangguhkan pajak perlindungan lingkungan dan pajak konsumsi khusus atas bahan bakar, termasuk bahan bakar jet, hingga 15 April. Terpantau Saham Vietnam Airlines (HVN.HM) turun 5,7 selama sesi pagi pada hari Jumat, sementara saham Vietjet Air (VJC.HM) naik 0,4.










