Robert Marbun Jabat Sekjen Baru Kemenkeu, Purbaya Sebut Penyegaran
Robert Leonard Marbun resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Jumat (27/3). Dalam arahannya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik menegaskan bahwa pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari kesinambungan kualitas organisasi yang harus terus dijaga dan diperkuat.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan terkait pergantian posisi Sekretaris Jenderal atau Sekjen Kementerian Keuangan. Ia juga menegaskan bahwa pergeseran Heru Pambudi dari jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika birokrasi yang wajar untuk menjaga performa institusi.
Menurut Purbaya, masa jabatan Heru yang telah menyentuh angka lima tahun menjadi pertimbangan utama dilakukannya rotasi. Ia menilai perlunya pembaruan di posisi strategis tersebut.
Baca Juga: Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II Bea Cukai, Ini Daftarnya
"Itu rotasi biasa itu, kan beliau udah lima tahun di Sekjen, sehingga kita pikir perlu penyegaran sedikit gitu lah," ujar Purbaya usai pelantikan Sekjen Kemenkeu baru, Jumat (27/3/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan Heru Pambudi akan mengemban tugas baru sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Purbaya belum memberikan jawaban pasti. Ia menyebutkan bahwa saat ini mantan Sekjen tersebut masih berada di lingkungan internal Kemenkeu sembari menunggu penempatan yang sesuai.
"Sementara di sini dulu, sambil kita cari posisi yang pas nanti. (Ke DJKN?) Nanti kita lihat," tambahnya.
Baca Juga: Purbaya Sangkal Tukar Guling Posisi Juda Agung dan Thomas Djiwandono
Menkeu juga menyampaikan apresiasi kepada Heru Pambudi atas fondasi yang telah dibangun selama menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Menurutnya, kepemimpinan Heru tidak hanya terlihat dalam forum rapat, tetapi juga dalam tindak lanjut yang konsisten, kemampuan membangun kepercayaan, serta keberhasilan membentuk kerja tim yang solid. Nilai kerja keras, loyalitas, dan amanah tersebut menjadi fondasi penting bagi Sekretariat Jenderal ke depan.Kepada Robert Leonard Marbun, Menteri Keuangan Purbaua menilai bahwa bekal kepemimpinan yang dimiliki sudah kuat. Robert disebut memiliki latar belakang akademik yang lengkap serta pengalaman karier yang mencakup pengawasan dan penegakan hukum, kepemimpinan wilayah, fungsi internasional, hingga kebijakan penerimaan negara.
Kombinasi pengalaman lapangan, kebijakan, dan koordinasi itu dinilai menjadi modal penting untuk memimpin Sekretariat Jenderal. Dalam arahannya, Menteri Keuangan juga menyoroti tantangan global yang masih penuh ketidakpastian, mulai dari dinamika geopolitik hingga fluktuasi harga komoditas.
Di tengah situasi tersebut, ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan harus terus menjaga APBN agar tetap kredibel, termasuk dalam menjalankan fungsi APBN sebagai shock absorber sekaligus engine perekonomian.
Menurut Purbaya, peran Sekretaris Jenderal menjadi sangat sentral dalam memastikan organisasi bergerak secara terpadu. Sekretaris Jenderal, ujarnya, harus berperan sebagai orkestrator agar seluruh unit berjalan sinkron, sebagai penggerak transformasi organisasi, sebagai penjaga kualitas informasi, dan sebagai integrator kebijakan pimpinan agar setiap arahan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata dan ditindaklanjuti dengan baik.
Menutup arahannya, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kemampuan seluruh elemen untuk berjalan bersama dengan arah, ritme, dan nilai yang sama. Kepada Robert Leonard Marbun, ia berpesan agar fokus pada eksekusi dan orkestrasi, karena tugas Sekretaris Jenderal bukan bekerja sendiri, melainkan memastikan seluruh insan Kementerian Keuangan bekerja selaras untuk mendukung kinerja organisasi dan perekonomian nasional.
Purbaya juga memberikan tanggapan santai saat disinggung mengenai komposisi pejabat Eselon I di Kementerian Keuangan yang saat ini didominasi oleh laki-laki. Ia mengakui bahwa aspek keberagaman gender menjadi perhatian yang baru disadarinya belakangan ini.
"Ah, itu yang saya baru sadarin kemarin. eselon 1 kita hampir semuanya cowok. Anda mau ngelamar?" seloroh Menkeu kepada awak media.










