Lazisnu Salurkan Ribuan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina Selama Ramadan
Semangat solidaritas kemanusiaan masyarakat Indonesia kembali menjangkau Palestina pada Ramadan 1447 Hijriah. Melalui NU Care-LAZISNU, berbagai bantuan disalurkan kepada korban konflik di sejumlah wilayah, mulai dari Gaza, Deir Balah, Tepi Barat (West Bank), hingga Yerusalem.
Bekerja sama dengan Gazze Destek Dernegi (GDD), NU Care-LAZISNU menyalurkan sebanyak 1.626 paket buka bersama (iftar jama’i) serta 2.877 paket iftar mandiri bagi para pengungsi di kamp-kamp pengungsian di Gaza dan Deir Balah. Selain itu, bantuan air bersih sebanyak 152 ribu liter juga didistribusikan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air akibat rusaknya infrastruktur selama konflik.
Di wilayah lain, melalui Mitra Global NU Care di Yerusalem, bantuan berupa paket bahan makanan disalurkan kepada 1.400 penerima manfaat di Tepi Barat. Tak hanya itu, sebanyak 350 paket baju Lebaran keluarga serta 1.400 paket Idulfitri turut didistribusikan bagi masyarakat di Yerusalem.
"Ini memang sudah menjadi tradisi NU Care-LAZISNU sejak lama. Sebagai lembaga filantropi Islam di bawah Nahdlatul Ulama, NU Care-LAZISNU memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap nasib warga Palestina yang mengalami penjajahan sejak lama," Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, Minggu (22/3/2026).
Menurut Riri, kondisi di wilayah-wilayah terdampak konflik sangat memprihatinkan. Karena itu, NU berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan. "Di bulan Ramadan ini warga Palestina sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat dunia. Rumah-rumah hancur, tidak ada penghidupan yang layak, sehingga mereka menjadi bagian dari mustahik yang perlu mendapatkan bantuan," jelasnya.
Ia juga menerangkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui jaringan kerja sama internasional yang telah lama dibangun, sehingga distribusi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Jaringan Mitra Global NU Care di Yerusalem dan GDD memungkinkan bantuan menjangkau masyarakat yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan, termasuk mereka yang tinggal di tenda-tenda pengungsian," katanya.
Riri turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mempercayakan bantuan melalui LAZISNU. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur. Insyaallah amanah ini akan kami jaga dan salurkan sebaik-baiknya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," katanya.
Sementara itu, koresponden kemanusiaan GDD, Hadil Al Muz’anin, menjelaskan bahwa distribusi bantuan diprioritaskan bagi kelompok paling rentan, seperti keluarga pengungsi dengan anak-anak, lansia, perempuan sebagai kepala keluarga, serta mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap.Krisis air bersih yang melanda sebagian besar wilayah Gaza akibat kerusakan infrastruktur selama konflik membuat masyarakat sangat bergantung pada bantuan air dari tangki distribusi.
"Tim lapangan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari situasi keamanan yang tidak stabil, kepadatan kamp pengungsian, hingga meningkatnya jumlah keluarga yang membutuhkan dibandingkan dengan sumber daya yang tersedia,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif Mitra Global NU Care di Yerusalem, Abeer Zayyad, turut menyampaikan apresiasi atas bantuan dari masyarakat Indonesia.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bantuan ini menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit akibat perang yang masih berlangsung di Palestina. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur," ujarnya.







