Kisah Nahkoda Kapal Cecep Ahmaydi, Tak Lebaran Bareng Keluarga selama 25 Tahun demi Antarkan Pemudik

Kisah Nahkoda Kapal Cecep Ahmaydi, Tak Lebaran Bareng Keluarga selama 25 Tahun demi Antarkan Pemudik

Nasional | sindonews | Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:55
share

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen paling dinanti-nantikan bagi semua orang. Suka cita, melepas rindu, berkumpul bersama keluarga dan saling bermaaf-maafan menjadi hal sakral yang dilakukan.

Namun tidak bagi Cecep Ahmaydi (49), seorang nahkoda kapal yang harus rela tidak berlebaran bersama keluarga demi mengantarkan pemudik yang masih di perjalanan saat Hari Raya Idul Fitri. Buka hanya satu atau dua tahun, ia bahkan 25 tahun belum pernah berkumpul bersama keluarganya saat momen Lebaran.

Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026, Ratusan Kendaraan Antre di Pelabuhan Merak

“Saya di ASDP ini sudah 25 tahun, menjadi Nahkoda di tahun 2008 kurang lebih 17 18 tahun lah. Ya, kita pelayanan yang utama, karena memang tugas kita ini biar kita tidak berlebaran, yang penting para pemakai jasa bisa kita hantarkan ke seberang gitu untuk bisa berlebaran,” kata Cecep saat diwawancara di atas kapal KMP Sebuku, Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, bisa mengantarkan pemudik yang masih berada di perjalanan saat hari raya Lebaran merupakan bentuk profesionalitas dan loyalitas dirinya sebagai nahkoda kapal dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik.

“Ya, sebagai bentuk pelayanan kita sudah terbiasa memang tiap tahun kita tidak pernah melaksanakan hari raya bersama keluarga karena memang tugas kita ya bentuk pelayanan, untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pemakai jasa untuk menyeberang dari Merak menuju Bakauheni dan sebaliknya, demikian,” ucap dia.

Baca juga: Puncak Arus Mudik 2026, Pelabuhan Merak Padat sejak Kamis Dini Hari

Meski demikian, ia tetap selalu merasakan rindu yang amat sangat kepada keluarganya saat mendengar gema takbir. Apalagi saat hari raya Lebaran tiba, ia teringat akan keluarganya yang selalu menunggu di rumah.

“Oh, pastinya seperti itu. Karena memang manusiawi kita tetap masih ada rasa kangen sama keluarga, untuk bisa berhari raya bersama keluarga,” ungkap dia.Cecep menuturkan, anaknya seringkali meminta agar dirinya bisa berada di rumah saat Lebaran dan berkumpul bersama keluarga. Namun apalah daya, tuntutan pekerjaan membuatnya harus tetap berlayar meski rasa rindu sudah tidak terbendung.

“Pasti, pasti ada terutama dari anak-anak ya yang ingin memang kita kumpul di saat hari raya itu mungkin. Ya, memang ya secara intinya kita pengin gitu, ada kerinduan pengin untuk bisa berlebaran tapi karena memang tugas kita yang utama untuk bisa memberikan pelayanan itu tersendiri,” tutur Cecep.

Dari pengorbanan waktu dan kerinduan yang harus ditanggalkan ia hanya berharap bisa mengantarkan pemudik dengan selamat sampai tujuan serta para pemudik bisa tertib agar menikmati jasa yang ia berikan kepada mereka.

“Harapannya ya kita bisa mengantarkan para pemudik khususnya harapannya cuaca juga baik-baik saja tidak ada kendala satu pun terus armada juga sehat terus para pemakai jasanya juga bisa tertib,” pungkasnya.

Topik Menarik