IPB Bagikan Tips Amankan Rumah Saat Mudik Lebaran, Waspada Pencurian dan Korsleting
Mudik Lebaran telah menjadi tradisi yang kuat di tengah masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya. Namun di balik momen penuh kebahagiaan tersebut, potensi tindak kriminal seperti pencurian tetap perlu diantisipasi. Oleh karena itu, memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan menjadi langkah krusial agar perjalanan mudik berlangsung lebih tenang dan nyaman.
Kepala Kantor Tata Kelola dan Manajemen Risiko IPB University, Ir Budi Purwanto menekankan pentingnya pengamanan dasar sebelum berangkat ke kampung halaman. Ia mengingatkan agar seluruh akses masuk ke rumah dipastikan dalam kondisi terkunci dengan baik.
“Pastikan pintu, jendela, dan ventilasi terkunci rapat. Tambahkan gembok pada pagar atau garasi. Simpan dokumen penting, perhiasan, serta barang elektronik di brankas atau tempat tersembunyi,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (19/3/2026).
Selain pengamanan fisik, Budi juga menyarankan pemilik rumah untuk berkoordinasi dengan tetangga tepercaya maupun pengurus RT setempat guna membantu memantau kondisi rumah selama ditinggalkan. “Mintakan nomor kontak dan jalin komunikasi yang baik,” tuturnya.Penggunaan lampu otomatis juga dinilai efektif untuk memberikan kesan bahwa rumah tetap berpenghuni. Lampu, baik di dalam maupun di luar rumah, dapat diatur menyala secara otomatis pada malam hari.
Dari sisi instalasi listrik, ia mengimbau agar miniature circuit breaker (MCB) sekunder dimatikan sebelum berangkat. Perangkat elektronik yang tidak digunakan, seperti televisi dan charger, sebaiknya dicabut untuk mencegah risiko korsleting. Sementara itu, kulkas dan freezer dapat tetap dinyalakan jika diperlukan.
Untuk peralatan dapur, regulator kompor gas disarankan untuk dilepas dan tabung gas dipastikan tertutup rapat. Dispenser air juga sebaiknya dimatikan guna menghindari potensi kebocoran.
Sebagai upaya mitigasi risiko kebakaran maupun banjir, Budi menyarankan agar area rumah dibersihkan dari sampah atau kardus yang mudah terbakar. Ranting pohon di sekitar rumah juga perlu dirapikan, serta saluran drainase dipastikan tidak tersumbat.Ia juga menganjurkan pemasangan detektor asap, memastikan alarm kebakaran berfungsi dengan baik, serta menempatkan alat pemadam api ringan di lokasi yang mudah dijangkau. Pemantauan rumah secara berkala melalui CCTV yang terhubung dengan aplikasi ponsel turut menjadi langkah preventif yang efektif.
Agar pengamanan semakin optimal, Budi mendorong penerapan sistem keamanan ganda atau dual security, seperti penggunaan double lock pada pintu utama yang mengombinasikan kunci konvensional dan kunci digital berbasis password.
Penyesuaian dengan kondisi lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan. Pastikan saluran air di sekitar rumah lancar. Bagi rumah yang berada di wilayah rawan genangan, ventilasi bagian bawah dan celah-celah dapat ditutup menggunakan bahan kedap air.
Untuk mencegah kelembapan dan pertumbuhan jamur, ia menyarankan penggunaan silica gel atau kapur antilembap di dalam lemari dan ruangan tertutup. Furnitur kayu juga dapat ditutup menggunakan kain terpal.
Pengamanan bagian luar rumah pun tidak kalah penting. Tanaman hias atau pot di teras perlu diikat dengan kuat agar tidak mudah terbawa angin. Peralatan kebun seperti sekop dan tangga sebaiknya disimpan di dalam rumah agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Mantan Sopir Inara Rusli Bantah Terima Imbalan dari Wardatina Mawa dan Virgoun terkait Rekaman CCTV
Sebagai langkah antisipasi darurat, Budi menyarankan agar dokumen penting seperti fotokopi KTP, surat tanah, dan polis asuransi disimpan secara digital melalui layanan cloud storage, seperti Google Drive atau Dropbox, sehingga mudah diakses saat dibutuhkan.










