Sambut Nyepi-Idulfitri, Dirjen Bea Cukai Pastikan Layanan Bandara Soetta Berjalan Lancar
Sambut Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperketat pintu masuk ke Indonesia. Salah satunya dengan meninjau langsung operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama mengatakan, peninjauan ini untuk menjamin kelancaran arus penumpang internasional yang diprediksi akan melonjak tajam.
Dalam kesempatan itu, Djaka menyisir berbagai area krusial yang menjadi titik temu pelayanan dan pengawasan. Antara lain, area kedatangan internasional dengan meninjau alur conveyor belt dan fasilitas X-ray di Terminal 3.
Baca juga: Jelang Idulfitri 2026, Dirjen Bea Cukai Tinjau Kesiapan Arus Barang di Tanjung Priok
Kemudian, layanan digital untuk memastikan proses pendaftaran IMEI berjalan cepat dan transparan. Termasuk Pusat Komando untuk memantau aktivitas lapangan melalui Monitoring Control Room (MCR). Hal itu untuk memastikan respons cepat terhadap situasi di terminal.Di hadapan para petugas, Djaka memberikan instruksi tegas namun suportif. Djaka juga menekankan profesionalisme harus beriringan dengan keramahan mengedepankan pendekatan humanis
"Lakukan pelayanan dengan humanis dan maksimal sehingga para penumpang yang mudik lancar dan bahagia. Jangan sampai ada penumpukan di terminal; manfaatkan teknologi yang ada untuk pengawasan yang optimal," tegasnya, Senin (17/3/2026).
Lihat video: UPDATE BANDARA! Pemudik Membludak, Antrean Cek-In Bandara Soetta Capai Ratusan Meter!
Merespons arahan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan penugasan pegawai selama periode Nyepi dan Idulfitri tetap dioptimalkan seperti hari normal, mengingat potensi peningkatan jumlah penumpang.“Berbagai inovasi juga terus dikembangkan, seperti Customs Channeling Autogate, Alternative Smart Totem, dan Mirroring X-Ray untuk mendukung percepatan layanan,” katanya.
Bea Cukai Soekarno-Hatta menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga keseimbangan antara fungsi pengawasan yakni, menjaga masuknya barang ilegal dan fungsi pelayanan yakni kenyamanan penumpang.
“Melalui transparansi dan integritas, diharapkan periode puncak perjalanan internasional tahun ini dapat berjalan dengan aman dan berkesan bagi masyarakat,” ucapnya.










