Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya

Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya

Ekonomi | sindonews | Senin, 16 Maret 2026 - 16:10
share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026). Sempat menembus level psikologis di angka Rp17.006, rupiah akhirnya turun 39 poin atau sekitar 0,23 ke level Rp16.997 per dolar AS.

Pelemahan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, usai bertengger di posisi Rp16.990 per USD. Mata uang Garuda terpantau terus melemah dibandingkan sesi sebelumnya Rp16.934/USD.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, bahwa pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen panas dari kancah geopolitik Timur Tengah serta kegaduhan domestik terkait postur anggaran negara.

Baca Juga: Rupiah Diguncang Perang AS-Iran, Hari Ini Rp16.893 per Dolar AS

Ibrahim menyoroti memanasnya situasi di Selat Hormuz, terutama setelah adanya pergerakan pasukan mariner Amerika Serikat yang mengindikasikan potensi serangan darat. Konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel ini diperparah dengan ultimatum bernilai miliaran dolar dari pihak Donald Trump untuk pemimpin baru Iran.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia yang diprediksi bisa menyentuh level USD130 per barel, meski lembaga internasional seperti IAEA mencoba melakukan intervensi pasokan.

"Kita melihat bahwa dengan kenaikan harga minyak mentah yang sudah di atas 100 dolar per barrel, ada kemungkinan besar ini akan berdampak terhadap inflasi. Dengan inflasi ini kemungkinan besar Bank Central Amerika masih akan pertahankan suku bunga dan juga bisa menaikkan suku bunga melihat kondisi yang ada," jelas Ibrahim dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Dari sisi domestik, pasar merespons negatif perdebatan mengenai pelebaran defisit anggaran. Kenaikan harga minyak di atas USD92 per barel telah menekan fiskal, sementara pemerintah tengah dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga defisit di bawah 3 persen atau membiayai program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000/USD, Tapi Masih Lebih Sakti Dibanding Won Korsel dan Peso FilipinaIbrahim mencatat bahwa kegaduhan muncul saat ada wacana penggunaan anggaran dari Kementerian Pendidikan untuk program MBG, yang memicu penurunan peringkat oleh lembaga internasional seperti Moody’s atau Fitch."Ini mengindikasikan bahwa pemerintah internasional ini pun juga tidak menyukai MBG yang menggunakan anggaran dari Kementerian Pendidikan. Nah ini yang membuat harga mata uang rupiah kembali mengalami kelemahan," tambah Ibrahim.

Melihat masih kuatnya tekanan dari sisi eksternal maupun ketidakpastian kebijakan fiskal di dalam negeri, Ibrahim memproyeksikan Rupiah masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan esok hari dengan support Rp16.990 dan resisten Rp17.050.

“Nah dalam perdagangan besok kemungkinan besar rupiah akan kembali melemah di Rp16.990 sampai Rp17.050,” pungkasnya.

Topik Menarik