BRICS Makin Solid, Perdagangan China-India Cetak Rekor Rp2.623 Triliun

BRICS Makin Solid, Perdagangan China-India Cetak Rekor Rp2.623 Triliun

Ekonomi | sindonews | Senin, 16 Maret 2026 - 11:56
share

Antar negara anggota BRICS memperlihatkan perdagangan yang solid, dimana China dan India mencetak rekor USD155 miliar atau setara Rp2.623 triliun (dengan kurs Rp16.927 per USD) pada tahun 2025. Kinerja perdagangan antara kedua negara, diungkapkan oleh duta besar Beijing di New Delhi.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan lebih dari 12, kata Xu Feihong pada sebuah pertemuan pada bulan lalu seperti dilansir RT. Baca Juga: Solidaritas BRICS Retak di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Anggota Saling Bombardir

Ekspor India ke China tercatat mencapai USD19,7 miliar pada tahun 2025, atau meningkat 9,7 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terungkap dalam tulisan Xu disebuah artikel pada 29 Januari. Tingkat pertumbuhan pada November dan Desember 2025 masing-masing mencapai 90 dan 67.

Bulan lalu, Xu juga mendorong perusahaan-perusahaan India untuk membawa lebih banyak produk premium ke pasar China guna mengubah defisit perdagangan menjadi surplus. China juga mendukung kepresidenan India di BRICS, dan siap mendukung koordinasi dengan New Delhi. Sebagai informasi India mulai memegang kepresidenan BRICS sejak 1 Januari 2026. "Agustus lalu, Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi mengadakan pertemuan yang sukses di Tianjin, yang memimpin hubungan China-India dari 'reset dan awal yang baru' ke tingkat perbaikan yang baru," kata Xu.

Baca Juga: BRICS Membangun Kekuatan Bersama di Sektor Maritim Strategis

Sementara itu hubungan antara India dan China sempat mencapai titik terendah setelah bentrokan perbatasan pada tahun 2020. Namun keduanya perlahan mencair yang dimulai setelah pertemuan antara Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Xi pada Oktober 2024 di sela-sela KTT BRICS di Kazan, Rusia.

Kemudian para pemimpin negara itu bertemu lagi di KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Tianjin pada September 2025, di mana mereka sepakat untuk meningkatkan kerja sama.

Penerbangan langsung antara China dan India secara resmi dilanjutkan pada Oktober 2025. Tetangga Asia itu juga telah melonggarkan pembatasan visa untuk warga negara masing-masing selama setahun terakhir.

Pada bulan Januari, Reuters melaporkan India berencana umencabut pembatasan pada perusahaan China yang menawar kontrak pemerintah, yang berlaku setelah bentrokan perbatasan 2020.

Topik Menarik