Refly Harun Ungkap Alasan Rismon Sianipar Membelot dari Roy Suryo dan Dokter Tifa

Refly Harun Ungkap Alasan Rismon Sianipar Membelot dari Roy Suryo dan Dokter Tifa

Nasional | sindonews | Jum'at, 13 Maret 2026 - 21:01
share

Koordinator Troya, Refly Harun mengungkap alasan Rismon Sianipar memilih berdamai dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan meminta restorative justice (RJ). Dia menyebut kemungkinan adanya relawan Jokowi yang menekan Rismon melalui ijazah Jepang miliknya.

"Kemarin pagi Saya WA lagi, Mon minta RJ itu kehendak bebas dari Rismon atau karena Rismon terpojok dengan laporan soal ijazah Jepang atau ada hal lain karena ini menjelang kita press conference di Polda Metro agar jangan sampai kita mengambil tindakan gegabah," ujar Refly pada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Rismon Sianipar Minta Restorative Justice, Ahmad Khozinudin: Dia Berkhianat pada Masyarakat

Namun, kata dia, pesan WhatsApp-nya terhadap Rismon yang tercentang satu dan teleponnya tak bisa dihubungi. Namun, dia sempat berkomunikasi dengan pengacara yang dekat dengan Rismon, yakni Jahmada Girsang, yang mana Jahmada membeberkan alasan pembelotan Rismon dari Roy Suryo dan Dokter Tifa.

"Rismon dekat dengan lawyer yang kita ketahui lawyer itu yang memfasilitasi, ikut ke Solo, namanya Jahmada Girsang, melalui telepon dia menjelaskan Rismon ada aspirasi dari keluarga yang menginginkan dia agar kasusnya selesai dan lain sebagainya," tuturnya.

Dia menerangkan, pernyataan itu tentu harus dianalisis lebih jauh, hanya memang Rismon tengah menghadapi pelaporan atas dugaan ijazah palsu miliknya yang berasal dari Universitas Yamaguchi di Jepang oleh pendukung Jokowi. Semua itu lah yang diduga sebagai alasan Rismon akhirnya memilih berdamai dengan kubu Jokowi.

Baca juga: Sowan ke Solo, Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi soal Tuduhan Ijazah Palsu

"Rismon menghadapi Pelaporan terhadap dirinya, pertama dugaan ijasa ijazah palsu dari Universitas di Jepang Yamaguchi University dan ada semacam keterangan surat kematian yang dibuat orang lain. Itulah yang kemudian dieksploitasi relawan yang selama ini sangat kencang untuk membela kepentingan Pak Jokowi," jelasnya.

"Kami menduga, jangan-jangan ini yang membuat dia akhirnya berbalik arah, tapi ada satu hal yang perlu kita garis bawahi, kalau kita mau menegakkan hukum restorative justice tidak semudah itu sesungguhnya karena ada prosedur yang harus dilalui. Lalu, apa yang disampaikan Rizmon di Citizen lawsuit tidak begitu mudah dicabut kembali karena itu keterangan ahli di bawah sumpah," kata Refly lagi.

Topik Menarik