Indonesia Kurang Tepat Gabung BoP, Mahfud: Palestina Tak Dilibatkan
Mantan Menko PolhukamMahfud MD menganggap Indonesia belum tepat bergabung dalam Board of Peace (BoP). Apalagi sejak awal sudah banyak pihak yang memprotes keikutsertaan Indonesia dalam BoP karena dianggap kurang strategis.
"Sejak awal orang memprotes bahwa masuknya Indonesia ke Board of Peace itu kurang tepat, kurang strategis. Karena pertama, ada ketidakseimbangan isi," ujar Mahfud, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Puji Prabowo di Forum BoP, Trump: Dia Benar-benar Tangguh
Ketidaktepatan Indonesia dalam BoP karena tidak melibatkan Palestina dalam struktur organisasi yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Padahal, niat dibentuknya organisasi tersebut untuk perdamaian di kawasan Timur Tengah.
'Kenapa kalau untuk perdamaian di Palestina, Israel, dan kawasan Timur Tengah kok Palestina sendiri tidak ada wakilnya di board itu? Kan tidak mungkin bicara keadilan tanpa menyertakan pihak yang akan dikenai objek keputusan untuk perdamaian," katanya.Mahfud juga menyoroti ketidakjelasan legal standing BoP. Sebab, setiap nama dari organisasi itu wajib memiliki posisi legal standing.
"Legalitasnya. Legal standing-nya secara internasional Board of Peace itu apa sih? Sebagai apa dia? Bicara apa gitu? Apa produk perjanjian multilateral atau MoU atau apa? Tidak jelas," ujarnya.
Dia juga menilai BoP tidak sejalan dengan semangat Dasa Sila Bandung. Karena, dalam Dasa Sila Bandung telah menegaskan kesetaraan antarbangsa, penolakan terhadap penjajahan dan agresi, serta hak kemerdekaan untuk setiap bangsa."Di Dasa Sila Bandung itu isinya kesetaraan di antara bangsa-bangsa, tidak boleh ada penjajahan, tidak boleh ada agresi, dan hak merdeka bagi setiap bangsa itu ada di Dasa Sila Bandung. Ini Board of Peace kayaknya ndak ada, Dasa Sila Bandung-nya tidak kelihatan," kata Mahfud.










