Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Latih Ribuan Guru

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Latih Ribuan Guru

Berita Utama | sindonews | Rabu, 11 Maret 2026 - 06:30
share

Dalam mempersiapkan pelaksanaan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai tahun ajaran baru 2027/2028, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).

Ini merupakan upaya memperkuat kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan. Program pelatihan guru mengajar Bahasa Inggris akan dilakukan secara bertahap hingga tahun ajaran baru 2027/2028. Di tahap pertama, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi, akan berpartisipasi dalam pelatihan ini. Tahap awal pelatihan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan dan direncanakan rampung pada Agustus hingga September 2026. Baca juga: Berapa Skor TOEFL Syarat Beasiswa LPDP? Ini Ketentuan Resminya

Dalam sambutannya, Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Kependidikan Guru (GTKPG), Rachmadi Widdiharto, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para guru untuk terus mengembangkan kompetensinya. “Kami memahami bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak/Ibu untuk melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid kita,” ujar Direktur Rachmadi, melalui siaran pers, Rabu (10/3/2026). Rachmadi menegaskan bahwa guru pada hakikatnya adalah pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya, maka ruang kelas akan menjadi ruang belajar yang hidup bagi para murid. Ia menambahkan bahwa penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di SD merupakan bagian dari upaya membekali murid dengan kemampuan dasar yang relevan dengan perkembangan zaman. Baca juga: Dorong Guru Madrasah Kuasai Bahasa Inggris, Menag: Hubungkan Siswa ke Literatur Global

Lebih lanjut, Rachmadi juga mendorong para peserta pelatihan untuk berbagi praktik baik kepada rekan sejawat agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih luas. “Oleh karena itu, setelah mengikuti pelatihan ini kami berharap Ibu dan Bapak tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas masing-masing, tetapi juga berbagi praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) ataupun forum profesional lainnya. Dengan cara ini, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir hari ini, tetapi dapat menjangkau lebih banyak guru dan lebih banyak murid,” tambah Rachmadi. Rachmadi juga menyampaikan bahwa program PKGSD-MBI difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam dua aspek utama, yaitu peningkatan kemahiran berbahasa serta penguasaan pedagogi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SD. Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar para guru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman tanpa merasa terbebani. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik pembelajaran di kelas. Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses peningkatan kompetensi guru, Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan untuk tetap dapat belajar secara mandiri. Para guru dapat mengakses materi pelatihan melalui Learning Management System (LMS) serta mempelajari modul melalui fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan. Pelaksanaan program ini juga melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung proses penjaringan dan fasilitasi peserta pelatihan.

Topik Menarik