Militer AS Ungkap Jumlah Korban dalam Perang dengan Iran, Angkanya Mencapai Ratusan

Militer AS Ungkap Jumlah Korban dalam Perang dengan Iran, Angkanya Mencapai Ratusan

Berita Utama | okezone | Rabu, 11 Maret 2026 - 05:36
share

JAKARTA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon mengungkap bahwa sekitar 140 tentara AS terluka dalam perang melawan Iran, termasuk delapan yang mengalami luka parah. Hingga Selasa (10/3/2026), setidaknya tujuh anggota militer AS telah dikonfirmasi tewas akibat konflik tersebut.

 

"Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 140 anggota militer AS telah terluka selama 10 hari serangan berkelanjutan," kata juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, pada Selasa, sebagaimana dilansir Reuters.

Parnell mengatakan delapan anggota militer yang terluka parah tersebut menerima perawatan medis tingkat tertinggi. Tidak dijelaskan jenis cedera atau luka yang dialami para korban.

Iran telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS sejak awal konflik pada 28 Februari. Sejumlah negara Teluk yang menampung militer AS juga turut menjadi sasaran serangan rudal dan drone Teheran.

Angka-angka ini memberikan gambaran pertama tentang jumlah korban yang lebih luas di antara pasukan AS setelah serangkaian serangan roket dan drone balasan Iran yang juga menewaskan tujuh tentara di Kuwait dan Arab Saudi.

 

Ketika ditanya apakah Iran merupakan lawan yang lebih kuat dari perkiraan saat militer AS menyusun rencana perang, Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepada wartawan pada Selasa pagi bahwa pertempuran tidak lebih sulit dari yang diperkirakan.

"Saya pikir mereka sedang berjuang, dan saya menghormati itu, tetapi saya tidak berpikir mereka lebih tangguh dari yang kita duga," kata Caine dalam sebuah briefing di Pentagon.

Serangan Militer Paling Intens

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada Selasa bahwa hari itu akan menjadi momen paling intens dari serangan AS di dalam Iran karena Republik Islam, dengan kekuatan militernya yang berkurang, bersumpah untuk terus berjuang.

Warga di Teheran mengatakan ibu kota telah mengalami beberapa serangan udara terberat dalam perang ini, dengan ledakan dahsyat mengguncang wilayah barat dan pemadaman listrik meluas.

Seorang warga di Teheran barat mengatakan daerah itu berguncang selama hampir setengah jam saat serangan terjadi sekitar tengah malam.

 

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menolak setiap saran untuk mencari gencatan senjata, sementara pejabat keamanan tinggi Iran lainnya, Ali Larijani, menegaskan bahwa Iran tidak takut dengan ancaman dari Presiden AS Donald Trump.

Topik Menarik