Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi | sindonews | Senin, 9 Maret 2026 - 08:34
share

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia (RI), Jusuf Kalla, menekankan pentingnya pemerintah memilih program prioritas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ketidakseimbangan fiskal. Hal tersebut disampaikan kepada wartawan usai menggelar diskusi bersama sejumlah ekonom di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026) malam.

"Dalam kondisi negeri mengalami ketidakseimbangan fiskal yang besar, maka solusinya antara lain memilih pembiayaan yang dapat memajukan negara dan berdampak pada masyarakat, serta bagaimana meningkatkan penerimaan negara," ujar Kalla.

Baca Juga:Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal

Menurutnya, dalam situasi fiskal yang tidak seimbang, pemerintah perlu menata kembali prioritas pembangunan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menurunkan pengeluaran yang kurang produktif dan memilih skema pembiayaan yang benar-benar memberi dampak bagi kemajuan negara serta kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai berbagai program pemerintah memang penting, seperti program makan bergizi gratis (MBG), pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga penguatan koperasi. Namun demikian, menurutnya pemerintah tetap harus menentukan mana yang paling mendesak untuk didahulukan. "MBG penting, beli alutsista penting, koperasi penting. Tapi ada yang lebih penting lagi," katanya.

Kalla menegaskan bahwa pemerintah perlu memilih program yang bersifat produktif dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat. "Harus memilih prioritas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik untuk negeri ini dan memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat," ucapnya.

Baca Juga:Minyak Dunia Melambung, Pemerintah Buka Opsi Kerek Harga BBM Subsidi

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah program bukan berarti tidak penting, melainkan pelaksanaannya perlu menyesuaikan waktu dan kondisi fiskal negara. "Bukan berarti itu tidak penting, itu perlu, tapi ada waktunya. Yang paling penting saat ini adalah memilih prioritas terbaik," kata Kalla.

Topik Menarik