Indonesia Impor Minyak dari AS dan Rusia, Bahlil: Kita Ambil yang Menguntungkan Negara

Indonesia Impor Minyak dari AS dan Rusia, Bahlil: Kita Ambil yang Menguntungkan Negara

Ekonomi | sindonews | Kamis, 16 April 2026 - 20:27
share

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hasil pertemuan dengan Pemerintah Rusia beberapa waktu lalu menyepakati kontrak pembelian minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Bahlil menjelaskan kebutuhan minyak mentah Indonesia setiap tahunnya mencapai angka 300 juta barel. Sementara konsumsi harian mencapai 1,6 juta barel. Adapun kapasitas produksi Indonesia baru diangka 600 ribu barel per hari. Sehingga masih banyak memerlukan tambahan minyak dari luar. "Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan," kata Bahlil di Istana Negara Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga:Harga BBM Subsidi Tak Naik, Bahlil: Insyaallah Selama-lamanya

Namun demikian, Bahlil tidak spesifik menyebut berapa banyak kontrak pembelian BBM yang dilakukan dengan Rusia. Tapi yang jelas, ia memastikan bahwa stok cadangan BBM nasional berada di level rerata dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat setahun penuh.

Bahlil mengatakan, Indonesia membutuhkan impor BBM setiap hari sebanyak kurang lebih 1 juta barel per hari. Sebab masih terdapat gap antara kapasitas produksi dengan konsumsi harian yang dilakukan.

"Saya bertemu dengan utusan khusus daripada Presiden Putin, dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia. Pihak Rusia juga akan siap membangun beberapa infrastruktur dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," kata Bahlil.

Baca Juga:Bahlil Pastikan Indonesia Dapat Pasokan Minyak Mentah dan LPG dari Rusia

Ditengah kondisi geopolitik saat ini, Bahlil menyebut, cadangan energi menjadi kunci utama sebuah negara survive dan tetap menjalankan aktivitas ekonominya. Sehingga Pemerintah terbuka untuk semua negara yang siap menjual minyaknya ke Indonesia, dengan catatan menguntungkan negara.

"Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara tapi di hampir semua negara," pungkasnya.

Topik Menarik