Inggris Bersiap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Perang Makin Panas
Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan bahwa kapal induk, kemungkinan HMS Prince of Wales, sedang dipersiapkan untuk dikerahkan ke Timur Tengah. Kehadirannya akan membuat perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan tersebut semakin memanas.
Para pekerja Angkatan Laut Kerajaan Inggris di Portsmouth sedang mempersiapkan HMS Prince of Wales, yang berarti kapal tersebut dapat dikerahkan lebih cepat jika keputusan dibuat untuk memobilisasinya ke Timur Tengah.
Baca Juga: Rusia Turun Tangan Bantu Iran Melawan AS-Israel, Pakar Sebut Perang Dunia III Telah Dimulai
Belum ada keputusan yang diambil untuk mengerahkan kapal induk tersebut, menurut informasi yang diterima The Guardian, Minggu (8/3/2026). Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan HMS Prince of Wales juga dapat melakukan misi lain yang direncanakan.
Laporan lain dari Sky News menyebutkan bahwa para awak kapal HMS Prince of Wales telah siaga terkait potensi pengerahan ke Timur Tengah. Menurut laporan tersebut, pemberitahuan pergerakan kapal telah dipersingkat dari 10 hari menjadi lima hari. Kapal induk tersebut perlu dikawal oleh kapal perang lain dan sebuah kapal selam.Jika benar-benar dikerahkan, kapal induk HMS Prince of Wales akan bergabung dengan HMS Dragon, yang sudah lebih dulu dikirim ke Timur Tengah.Perang ini pecah sejak Sabtu, 28 Februari 2026, setelah AS dan Israel melakukan serangan udara terhadap Iran. Serangan hari pertama telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama dengan para pemimpin senior lainnya.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan jet tempur siluman F-35 dan Typhoon terus melakukan operasi udara di atas Yordania, Qatar, dan Siprus untuk membela kepentingan Inggris. AS juga telah mulai menggunakan pangkalan Inggris untuk "operasi pertahanan khusus", dengan sebuah pesawat pengebom B-1 Lancer tiba di RAF Fairford di Gloucestershire pada Jumat malam. Tiga pesawat lagi menyusul pada Sabtu pagi.
Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan: “Kami telah memperkuat kehadiran militer Inggris di Timur Tengah sejak Januari, dan kami telah mengerahkan kemampuan untuk melindungi warga Inggris dan sekutu kami di wilayah tersebut, termasuk pesawat tempur Typhoon, jet F-35, sistem pertahanan udara, dan tambahan 400 personel ke Siprus."
“Sejak serangan dimulai, kami telah mengerahkan jet-jet Inggris di langit untuk menembak jatuh pesawat tak berawak dan telah mengirimkan aset tambahan ke wilayah tersebut untuk lebih memperkuat pertahanan udara kami, termasuk lebih banyak pesawat tempur Typhoon dan helikopter Wildcat dengan rudal anti-pesawat tak berawak," paparnya.
“HMS Prince of Wales selalu dalam kesiapan yang sangat tinggi dan kami meningkatkan kesiapan kapal induk tersebut, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk berlayar untuk setiap pengerahan," imbuhnya.Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah menghadapi kritik dari Partai Konservatif karena lambat mengirimkan kapal perang dan pesawat ke Timur Tengah setelah AS dan Israel menyerang Iran. Pada hari Kamis, Starmer mengumumkan bahwa Inggris akan mengirimkan lebih banyak jet tempur ke Timur Tengah.
Dua lagi helikopter Wildcat tiba di Siprus pada hari Jumat, yang juga mampu menembak jatuh drone. Kementerian Pertahanan mengatakan pada hari Sabtu bahwa sebuah helikopter Merlin sedang dikirim ke wilayah tersebut untuk membantu pengawasan.
Serangan udara oleh AS dan Israel serta serangan balasan rudal dan drone oleh Iran telah menyebabkan warga negara Inggris dievakuasi kembali ke Inggris.
Sementara itu, penerbangan sewaan pemerintah kedua mendarat di Gatwick pada pukul 00.30 hari Sabtu. Lebih dari 6.500 warga Inggris telah dipulangkan dari Uni Emirat Arab sejak konflik dimulai.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan lebih dari 160.000 warga negara Inggris telah mendaftarkan keberadaan mereka di Timur Tengah kepada departemen tersebut.






