Bareskrim Gerebek Pabrik Whip Pink Ilegal di Jakarta, Omzet Tembus Miliaran Rupiah
JAKARTA, iNews.id - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi atau pabrik pembuat gas N2O merek Whip Pink ilegal di Jakarta. Pabrik tersebut meraup omzet miliaran rupiah per bulan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan operasi ini dimulai saat polisi melakukan pembelian terselubung untuk mengetahui keberadaan pabrik tersebut. Singkatnya, polisi berhasil menguak keberadaan ruko yang dijadikan tempat operasional untuk mengisi gas berbahaya tersebut.
"Berawal dari adanya peredaran Produk Gas N2O merk Whip Pink, Tim Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melakukan pembelian terselubung untuk mengetahui titik pengambilan barang," ujar Eko dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Dalam penggerebekan itu, kata dia, polisi menyita barang bukti lebih dari 2.000 tabung Whip Pink. Ribuan tabung itu meliputi tabung isi berbagai varian ukuran, tabung kosong dan tabung pengisian.
"Tim juga menemukan produk gas N2O merk Whip Pink berbagai varian berat yang sudah siap edar, kardus pengemasan, label plastic pink bertuliskan Whip Pink berbagai varian berat, sticker untuk kemasan produk, Hot Gun serta timbangan," ujar Eko.
Dari hasil pengungkapan itu, kata dia, sembilan orang ditangkap. Meski demikian, polisi masih akan melakukan gelar perkara sebelum menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.
"Subdit III Dittipidnarkoba membawa 9 orang yang diamankan dari 3 TKP beserta Barang Bukti dari 3 TKP menuju Kantor Bareskrim Polri guna pemeriksaan lebih lanjut," tutur dia.
Berdasarkan hasil interogasi sementara, pabrik itu dinaungi oleh PT SSS yang diduga tidak memiliki legalitas serta tidak memiliki izin edar BPOM. Polisi juga menemukan catatan rekapitulasi kolektif penjualan Whip Pink dari 16 gudang yang tersebar di 12 kota.
"Berada di Jakarta 5 gudang, Bandung 2 gudang, Makassar 1 gudang, Semarang 1 gudang, Yogyakarta 1 gudang, Balikpapan 1 gudang, Surabaya 1 gudang, Medan 1 gudang, Bali 2 gudang, dan Lombok 1 gudang," ungkap Eko.
Adapun omzet penjualan produk Whip Pink ditaksir mencapai miliaran rupiah setiap bulannya.
"Omzet penjualan produk Whip Pink pada bulan November senilai Rp4,9 miliar, Desember Rp7,1 miliar, Januari Rp5 miliar, Februari Rp2,2 miliar, Maret Rp2,1 miliar," tandasnya.










